PT Best Profit Futures Jambi

Bestprofit : Rudy Habibie Ada Di Peringkat Ketiga Film Indonesia Terlaris 2016

PT BESTPROFIT FUTURES – Film Rudy Habibie berhasil menempati peringkat ketiga film Indonesia terlaris sepanjang 2016. Film yang terinspirasi dari kehidupan tokoh B. J Habibie tersebut hingga kini masih tayang di bioskop tanah air.

Berdasarkan data filmindonesia.or.id yang dikutip Bisnis pada Selasa (26/7/2016), jumlah penonton Rudy Habibie telah mencapai 1,87 juta penonton. Rudy Habibie menyalip jumlah penonton Comic 8: Casino Kings Part 2 yang sebelumnya berada di peringkat ketiga.

Comic 8: Casino Kings Part 2 berada di peringkat keempat dengan jumlah penonton 1,83 juta. Posisi pertama yaitu Ada Apa Dengan Cinta 2 yang mampu menetak hingga 3,66 juta penonton dan selanjutnya My Stupid Boss dengan 3,05 juta penonton.

Film Rudy Habibie berkisah tentang Rudy (panggilan masa kecil Habibie), sosok pemuda pintar yang melanjutkan pendidikan di Jerman. Rudy adalah sosok visioner yang memiliki cita-cita memajukan industri dirgantara di Indonesia. Banyak orang menganggap remeh mimpinya tersebut.

Di tengah situasi semacam itu, hadir sosok Ilona, gadis keturunan Polandia yang mendukung cita-cita Rudy.  Ilona sangat tertarik pada Indonesia. Semakin hari, Rudy dan Ilona pun semakin dekat. – PT BESTPROFIT FUTURES

Ini 7 Film Indonesia Yang Raup Lebih Dari 1 Juta Penonton.

Setidaknya tujuh judul film Indonesia telah berhasil mendapatkan lebih dari satu juta penonton hingga menjelang akhir Juli 2016. Pencapaian tersebut merupakan kabar gembira bagi insan perfilman mengingat tahun-tahun sebelumnya hanya segilintir film yang mampu mencetak angka penonton jutaan.

Berdasarkan data terbaru dari filmindonesia.or.id, ketujuh film tersebut adalah Ada Apa Dengan Cinta 2 dengan 3,66 juta penonton, My Stupid Boss dengan 3,04 juta penonton, Comic 8: Casino Kings Part 2 dengan 1,83 juta penonton, Rudy Habibie dengan 1,78 juta penonton, Koala Kumal dengan 1,55 juta penonton, ILY from 38.000 Ft dengan 1,32 juta penonton, dan London Love Story dengan 1,12 juta penonton. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah mengingat beberapa film masih tayang di bioskop.

Ketua Badan Perfilman Indonesia Kemala Atmojo mengatakan ujung dari perjuangan perfilman adalah kualitas. Dengan melihat pencapaian tersebut, mampu membuktikan bahwa jika film digarap dengan baik maka akan disukai penonton.

“Lagi-lagi membuktikan kalau film yang proper pasti disukai penonton,” katanya kepada Bisnis.

Dia mengingatkan bahwa menonton film di bioskop tidaklah gratis. Sehingga apabila sebuah film berkualitas, barulah penonton akan memburunya dan menjadikan film tersebut sebagai bahan pembicaraan.

Menurutnya, percuma mempromosikan sebuah film gila-gilaan jika tidak sebanding dengan kualitasnya. “Yang jelas makin kesini banyak film Indonesia yang semakin baik,” katanya.

Pada kurun 2013-2015, tidak ada film Indonesia yang mampu menembus angka 2 juta penonton. Pada 2013, film terlaris adalah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dengan 1,7 juta penonton.Comic 8 menjadi film terlaris pada 2014 dengan 1,6 juta penonton dan Surga Yang Tak Dirindukanmenembus 1,5 juta penonton pada 2015 sebagai film terlaris.

Penulis skenario Gina S. Noer juga melihat beberapa film Indonesia yang tayang selama libur lebaran dan di bulan-bulan selanjutnya mulai beragam dari segi tema dan terbilang punya kekuatan.

“Ini adalah era yang tepat bagi para investor untuk menyuntikkan dana ke dunia perfilman Indonesia,” katanya.

Potensi perfilman Indonesia untuk laris di pasaran memang terlihat menggiurkan tahun ini. Menurutnya, kepercayaan penonton Indonesia terhadap karya dari negeri sendiri mulai kembali terlihat.

Berbeda kondisinya dengan beberapa tahun lalu saat banyak beredar film-film berkualitas rendah dan berbiaya murah, yang membunuh kepercayaan para penonton seperti film-film horor berbumbu seks.

Belum lama ini, Sutradara Hanung Bramantyo mengatakan tahun ini adalah kebangkitan film Indonesia. Jumlah penonton yang terus bertambah membuat perfilman Indonesia semakin menggairahkan. Dia menyebutkan jumlah penonton film-film Hollywood di Indonesia belakangan hanya memiliki selisih tipis dengan jumlah penonton film Indonesia yang laris.

“Film Indonesia nggak kalah dengan film Hollywood yang tayang di Indonesia, jadi nggak perlu minder,” katanya.

Dahulu, para filmmaker kerap meremehkan penonton Indonesia dengan memberikan mereka film-film yang ala kadarnya. Namun Hanung melihat saat ini para produser tidak lagi meremehkan penonton, dia menyebutkan nama-nama seperti Manoj Punjabi atau Sunil Soraya mampu menghasilkan film yang mendapatkan respon positif dari para penonton. Apa yang mereka lakukan pun menular ke para produser lainnya sehingga kualitas film Indonesia kian membaik.

“Ini era kebangkitan kembali film nasional setelah 10 tahun belakangan,” katanya.

FFI 2016 – BESTPROFIT –

Sementara itu, aktor sekaligus Ketua Festival Film Indonesia (FFI) 2016 Lukman Sardi mengungkapkan film Indonesia berpotensi menjadi leading di Asia Tenggara. Dia juga mengapresiasi jumlah penonton yang meningkat dibanding rahun-tahun sebelumnya.

“Tahun-tahun sebelumnya sulit mencapai itu,” katanya pada konferensi pers FFI 2016.

Terkait dengan penyelenggaraan FFI 2016, panitia berencana mengundang juri dari kawasan Asia atau yang memiliki lingkup lebih luas. Selain itu, mereka juga akan mencoba memasukan film-film Asean untuk dinilai di FFI 2016. Jika rencana itu belum terwujud, mereka akan tetap mengundang insan perfilman Asean. Tujuan, memperkuat sinergi antara Indonesia dan negara-negara tetangga. BESTPROFIT

Puncak malam penghargaan FFI akan berlangsung pada November 2016. Mengawali rangkaian kegiatan FFI 2016, akan ada peluncuran FFI 2016 yang berlangsung bersamaan dengan pemutaran perdana film klasik Tiga Dara (1956) hasil restorasi dalam format 4K digital.

Menurut Ketua Bidang Penjurian FFI 2016 Olga Lydia, tahun ini ada perbedaan dalam hal teknis penjurian.

“Sebelumnya juri harus menonton banyak sekali film dalam waktu singkat, itu berat. Kami berupaya memecahkan masalah ini,” katanya.

Caranya yaitu dengan berkolaborasi bersama sekitar 40 asosiasi yang berkaitan dengan film. Asosiasi akan menyeleksi film-film yang terdaftar dan kemudian membuat shorlisted film-film yang memenuhi syarat. Mereka memilih 15 film untuk masing-masing kategori. Setelah itu barulah juri akan memutuskan lima film yang layak masuk nominasi.

 

10 Film Indonesia Peringkat Teratas 2016 (sementara)

  1. Ada Apa Dengan Cinta 2                   3,66 juta
  2. My Stupid Boss                                   3,04 juta
  3. Rudy Habibie                                      1,87 juta
  4. Comic 8: Casino Kings Part 2          1,83 juta
  5. Koala Kumal                                       1,55 juta
  6. ILY from 38.000 Ft                            1,32 juta
  7. London Love Story                            1,12 juta
  8. Sabtu Bersama Bapak                         604.115
  9. Talak 3                                                567.917
  10. Modus                                                 382.342

Sumber: filmindonesia.or.id

– PT BESTPROFIT –