PT Best Profit Futures Jambi

Rugi miliaran, jemaah laporkan CEO Abu Tours ke Bareskrim Polri

BESTPROFIT – Ratusan jemaah umroh dari daerah Jabodetabek melaporkan travel Abu Tours ke Bareskrim Polri, Kamis (12/4). Ristiawan yang mewakili ratusan orang jemaah yang merasa menjadi korban penipuan. Ristiawan melaporkan CEO Abu Tours Hamzah Mamba. Dia mengatakan, jemaah mengalami kerugian besar.

“Jadi hari ini kami mewakili 307 jemaah dengan tingkat kerugian Rp 5,3 miliar, ini belum semua jemaah di area Jabodetabek dan jemaah yang belum melaporkan ke Bareskrim,” kata Ristiawan di kantor Bareskrim Mabes Polri di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (12/4).

Laporan telah diterima Bareskrim Polri dengan nomor LP/496/IV/2018/Bareskrim, tertanggal 12 April 2018. Hamzah dilaporkan dengan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan dan pencucian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP dan Pasal 3 UU Nomor 8Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Ristiawan dan jemaah lainnya mulai merasa ditipu sejak awal Januari lalu. Sebab, dia dan jemaah lain sudah mengalami dua kali penundaan. Saat itu, Abu Tours memberikan opsi agar jemaah ingin bisa berangkat cepat namun harus tambah biaya Rp 15 juta per pack.

“Jadi bayangkan Rp 19.500.000 tambah Rp 15 juta lagi, untuk kita mau berangkat dibebankan biaya Rp 34 juta. Jadi itu menurut kami ini adalah penipuan,” ungkapnya. PT BESTPROFIT

Dia menjelaskan, semestinya Abu Tours yang berada di Cabang Cinere, Jakarta Selatan, memberangkatkan 2.600 orang jemaah umrah pada Januari-Febuari. Namun, hal itu tak dilaksanakan oleh pihak Abu Tours. Padahal, jemaah percaya pada travel lantaran sudah mempunyai izin sampai Juli 2017.

“Kedua bukan karena murah tapi dengan pertimbangan waktu di bulan Januari 2017 itu angka Rp 19.500.000 itu bukan harga yang murah. Jadi kalau dibilang wajar tertipu karena murah itu tidak. Karena satu, dia berizin dan harganya normal,” ujarnya.

“Dan ketiga kita juga sudah tanya ke asosiasinya bahwa secara kinerjanya sampai hari itu baik dan yang paling penting berizin. kita sudah mematuhi apa yang disampaikan pemerintah, pilih yang berizin,” sambungnya.

Mereka ini juga sebelumnya telah dijanjikan oleh pihak Abu Tours untuk diberangkatkan ke Tanah Suci pada awal 2018. Namun janji tersebut tidak juga terealisasi.

“Ada yang dijanjikan berangkat awal 2018, ada juga yang dijanjikan pada Maret (2018) tapi sampai sekarang tidak ada realisasi,” ucapnya. BEST PROFIT

Adapun paket umroh yang ditawarkan Abu Tours berkisar antara Rp 19 juta – Rp 25 juta. Sementara paket haji plus dibanderol mulai Rp 100 juta.

Dia berharap agar laporan terhadap Hamzah Mamba Owner Abu Tours yang telah mereka buat bisa diterima dan ditindaklanjuti oleh penyidik Bareskrim Polri. Sementara, alasannya mewakili 300 jemaah ini karena mereka bingung harus lapor ke mana.

“Kami juga ingin semua aset Abu Tours segera dibekukan dan kita dengar beberapa aset dialihtangankan. Ini juga menurut kami ini butuh ditelusuri apakah dialihtangankan dalam proses yang wajar atau hanya untuk mengamankan saja. Jadi, harapannya kalau semua proses itu terpenuhi haknya jemaah masih bisa terpenuhi juga kembali walaupun kalau kita jujur dari kasus-kasus sebelumnya kita harus butuh usaha yang lebih untuk kembali,” kata Ristiawan.

Sumber: merdeka.com