PT Best Profit Futures Jambi

SELASA 26 JULI, Investor Soroti Berita Ini

Bestprofit – Samuel Sekuritas Indonesia mengemukakan dalam perdagangan hari ini, Selasa (26/7/2016), pasar menyoroti sejumlah berita dari dalam dan luar negeri.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta dalam risetnya yang diterima hari ini, Selasa (26/7/2016) mengatakan berita yang disorot pasar adalah:

Berita Global

  • Ifo business climate index Jerman turun ke 108,3 dari dari 108,7 di Juli 2016. (Bloomberg)

Berita Domestik

  • PT Bank Tabungan Negara Tbk. menargetkan penurunan suku bunga hingga mencapai satu angka pada bulan Oktober 2016 mendatang. (Kompas)
  • Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, ada 25 BUMN yang dapat menampung dana repatriasi hingga Rp300 triliun.(Kompas)
  • BI memastikan akan memberlakukan 7 Days Repo Rate sebagai suku bunga acuan baru mulai Agustus 2016. (Bisnis Indonesia)
  • Produsen listrik swasta meminta PLN memangkas jumlah uang jaminan untuk menggarap proyek listrik 35.000 MW. (Detik)
  • Penggunaan dana desa akan dibebaskan dari proses audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. (Kontan)
  • PT Freeport Indonesia menolak tawaran harga Pemerintah sementara Pemerintah kukuh menghargai 10,46% saham divestasi senilai US$630 juta. (Kontan)
  • Kementerian BUMN memproyeksikan holding bank BUMN efektif beroperasi setelah tiga bulan PP mengenai holding tersebut disetujui yang diperkirakan sebelum akhir Agustus 2016. (Investor Daily) – Bestprofit

Ini Cara Dorong Pertumbuhan Ekonomi Di Sisa Tahun

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listianto menilai pemerintah harus mengungkit naik daya beli masyarakat di semester kedua untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek.

Peningkatan daya beli secara instan dengan memangkas komponen harga yang diatur pemerintah atau administered prices dan berbagai insentif ke industri padat karya. Daya beli akan meningkat sehingga kegiatan industri akan menangkap peluang tersebut dengan diikuti produksi.

Peningkatan produksi akan memicu permintaan bahan baku, tenaga kerja, dan pertambahan jam kerja karyawan sehingga pendapatan masyarakat meningkat.

“Model ekonomi di Indonesia seperti itu, bukan sekadar menyediakan jalan tol dan listrik. Karakteristik pertumbuhan yang berbasis konsumsi itu indikatornya sangat gampang,” ucapnya.

Dia menuturkan aliran dana repatriasi dari program pengampunan pajak yang ditangkap oleh perbankan harus disalurkan ke sektor riil dan kredit produktif seperti kredit modal kerja dan investasi.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi akan terlihat dari laju pertumbuhan kredit yang mana 10% pertumbuhannya hanya akan mendorong pencapaian pertumbuhan ekonomi sekitar 5% atau di bawah 5%.

“Dalam situasi ekonomi turun, inginnya menyalurkan kredit lebih banyak. Tapi perbankan tahu kalau dilakukan sementara daya beli melemah, maka barang yang diproduksi industri itu enggak terjual. Jadi enggak bisa bayar kredit yang dikucurkan. Non Performing Loan akan naik,” jelasnya.

Di sisi lain, incaran dana tebusan senilai Rp165 miliar yang masuk ke penerimaan hanya akan membantu belanja fiskal. Eko menilai dana itu belum bisa menstimulus permintaan karena belanja pemerintah memiliki andil kecil dalam pertumbuhan ekonomi. – PT Bestprofit Futures –