PT Best Profit Futures Jambi

Sterling Coba Bangkit Pasca Catat Pelemahan Mingguan

NZ_One_Dollar_bill.jpgNilai tukar pound sterling terhadap dollar yang sempat menyentuh level tertinggi enam bulan harus merosot tajam pada pekan lalu. Sementara pada perdaganganawal pekan ini sterling berusaha menguat, namun kemungkinan masih akan terbatas akibat volume perdagangan yang tipis menyusul liburnya beberada pasar uang utama.

Sterling turun tajam pada pekan lalu setelah data menunjukkan Inggris mengalami deflasi di bulan April. Data yang dirilis pada hari Selasa lalu oleh Offiice for National Statistic (ONS) tersebut menunjukkan indeks harga kosumen (year-on-year) sebesar -0,1%. Persentase negatif menunjukkan deflasi, sementara positif menunjukkan inflasi.

Data penjualan ritel yang juga dirilis ONS pada hari Kamis lalu sebenarnya sempat menguatkan sterling, namun pada akhirnya sterling harus menyerah terhadap dollar setelah Chairwomen Federal Reserve AS, Janet Yellen, pada hari Jumat menegaskan niatnya untuk menaikkan suku bunga di tahun ini. Selain itu pengutan dollar juga terdongkrak data inflasi inti AS bulan April naik 0,3% atau di atas estimasi para ekonom sebesar 0,2%.

GBPUSD diperdagangkan dikisaran 1.5490 pada pukul 17.50 WIB, dengan level terendah harian 1.5460 dan tertinggi 1.5506 (platform Monex Trader). (pap/Monex)