PT Best Profit Futures Jambi

Tag Archives: Best Profit Futures

Rekor Terus-terusan, Harga Emas Kini Ambles Jadi US$ 1.743/oz

Rekor Terus-terusan, Harga Emas Kini Ambles Jadi US$ 1.743/oz

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Memasuki bulan Mei, harga emas dunia mengalami kenaikan yang tinggi. Namun setelah mencetak rekor tertinggi barunya dalam kurun waktu hampir 8 tahun terakhir, harga logam mulia emas mengalami koreksi.  PT BESTPROFIT

Kamis (21/5/2020), harga emas dunia di pasar spot mengalami penurunan sebesar 0,33% ke US$ 1.743,38/troy ons. Kemarin harga bullion ditutup di level US$ 1.748,98/troy ons menandai level tertinggi sejak November 2012. Walau harga emas terkoreksi hari ini, secara month to date kenaikan harganya tercatat mencapai 3,76%. BEST PROFIT

Koreksi harian yang terjadi memang lumrah jika melihat harga logam mulia ini sudah mencetak rekor tertinggi lagi. Investor tergoda untuk mencairkan cuan yang sudah diperolehnya (profit taking). Bagaimanapun juga prospek emas masih bagus ke depan dengan adanya berbagai risiko ketidakpastian global.  BESTPROFIT

Risiko pertama muncul dari kemungkinan adanya gelombang kedua wabah yang bisa sewaktu-waktu muncul. Jika berkaca pada pandemi seabad lalu yakni wabah Flu Spanyol, gelombang kedua wabah datang dan menewaskan lebih banyak korban. PT BESTPROFIT FUTURES
Kini jumlah orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19) hampir mencapai 5 juta secara global. Dalam satu hari terakhir tercatat hampir ada penambahan kasus sebanyak 100 ribu.  BPF

Pada beberapa negara seperti Eropa pelonggaran lockdown dan berbagai pembatasannya sudah mulai diterapkan memasuki bulan Mei. Jika lonjakan kasus kembali muncul maka hal ini berpotensi menjadi sinyal bahwa gelombang kedua mulai muncul. Lagipula wabah benar-benar tidak akan hilang selagi vaksin yang efektif belum ditemukan. PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE

Kabar terkait perkembangan vaksin yang menjanjikan pada pekan ini pun tak mampu membuat harga emas rontok. Pasalnya masih ada yang bersikap skeptis bahwa kandidat vaksin produksi Moderna yakni mRNA-1273 benar-benar menunjukkan hasil positif dalam uji klinis. Bahkan ada yang menilai itu harapan semu belaka.

Terlepas dari anggapan tersebut, perjalanan menuju penemuan vaksin yang efektif masih akan panjang mengingat sampai saat ini kandidat-kandidat vaksin yang ada sedang berada di tahap uji klinis.

Di saat perkembangan vaksin yang dinilai positif membawa dampak berupa munculnya optimisme bahwa hidup normal kembali dan pulihnya ekonomi akan terwujud, ancaman baru kembali muncul dari ketegangan yang terjadi antara Washington-Beijing.

Poros Amerika Serikat (AS) dan China kembali bersitegang. Trump terus menuding China sebagai biang keladi merebaknya wabah sehingga menjadi pandemi seperti sekarang ini.
Berbagai ultimatum dilayangkan Trump mulai dari adanya tarif baru, menghapus China dari rantai pasok global, menjegal perusahaan teknologi China, memutus hubungan bilateral, mengancam akan menghentikan dana untuk WHO dan terus mendesak dilakukannya investigasi terkait asal muasal virus yang kini telah menyebabkan pandemi global ini.

China yang geram akhirnya buka suara. Presiden Xi Jinping dalam Majelis Kesehatan Dunia (WHA) memberikan pidatonya bahwa China sudah sangat transparan terkait wabah. China juga mendukung langkah investigasi tersebut tetapi harus dilakukan secara independen dan menggunakan prinsip objektivitas.

Selain itu, Xi Jinping juga berjanji jika vaksin ditemukan maka produk tersebut akan menjadi barang milik umu serta memberikan bantuan senilai US$ 2 miliar untuk memberantas pandemi.

Tekanan untuk melakukan investigasi juga muncul dari Australia. Hal ini membuat hubungan Australia-China juga retak. Terbaru China memutuskan untuk menetapkan kebijakan anti-dumping dan anti-subsidi untuk 80,5% produk import Barley dari Australia.

Merasa dirugikan, tersiar kabar Australia berencana melaporkan China ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Tak hanya AS-China saja yang menjadi sorotan dunia. Kini perang dagang antara Australia-China juga tengah dicermati arah dan perkembangannya.

Perang dagang menambah buruk prospek perekonomian yang sudah rontok akibat langkah penanganan wabah di berbagai negara. Aset-aset minim risiko seperti emas menjadi diminati dan diburu dan membuat harganya terbang.

Prospek ekonomi yang suram juga membuat potensi banjir stimulus masih akan terjadi. Faktor ini juga menjadi pemicu penguatan emas terjadi mengingat emas juga menjadi aset lindung nilai terhadap inflasi maupun depresiasi nilai tukar.

 

 

Sumber : cnbcindonesia.com

Harga Emas Dunia Terdongkrak Langkah-langkah Stimulus

Harga Emas Dunia Terdongkrak Langkah-langkah Stimulus

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Harga emas dunia kembali menguat di tengah langkah-langkah stimulus yang luas dan ketidakpastian atas kemungkinan vaksin virus corona. PT BESTPROFIT

Mengutip CNBC, harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi 1.749,29 dolar AS per ounce. Sedangkan emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 0,4 persen jadi 1.752,10 dolar AS per ounce. BEST PROFIT

“Di tengah kebutuhan yang lebih rendah untuk aset safe-haven seperti emas, fakta bahwa emas terus naik perlahan-lahan berbicara banyak tentang kekuatan yang mendasarinya berdasarkan ide injeksi likuiditas di seluruh papan dari bank sentral dan ekonomi,” kata David Meger, Direktur High Ridge Futures. BESTPROFIT

“Pada catatan yang sedikit mengimbanginya” adalah penguatan ekuitas pada optimisme atas pembukaan kembali ekonomi dan permintaan konsumen yang terpendam, sementara perkembangan seputar tes vaksin Moderna Inc adalah “wild card” bagi pasar, tutur Meger. PT BESTPROFIT FUTURES

Pasar saham menguat karena harapan pemulihan ekonomi dan stimulus lebih lanjut. BPF

Stimulus global besar-besaran untuk membatasi kerusakan ekonomi akibat pandemi virus corona telah mendukung emas yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang. PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE

Emas juga mendapat dukungan dari risalah pertemuan Federal Reserve, dengan anggotanya mengakui kemungkinan langkah-langkah dukungan lebih lanjut jika penurunan ekonomi bertahan.

Chairman The Fed, Jerome Powell, mengatakan kepada anggota parlemen Amerika, bahwa bank sentral berupaya memperluas akses ke fasilitas kredit untuk peminjam tambahan, termasuk negara-negara dengan populasi yang lebih kecil.

Data makro Amerika yang suram baru-baru ini, termasuk klaim pengangguran besar-besaran, menyoroti pukulan ekonomi akibat pandemi tersebut, yang telah menginfeksi hampir 4,91 juta orang secara global.

 

 

Sumber : suara.com

Waspada! Harga Emas Bisa Rontok, Begini Tanda-tandanya

Waspada! Harga Emas Bisa Rontok, Begini Tanda-tandanya

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Harga emas dunia Senin kemarin melemah 0,51% ke US$ 1.732,06/troy ons, setelah sebelumnya menguat 1,35% ke US$ 1.764,55/troy ons. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak 12 Oktober 2012. PT BESTPROFIT

Secara teknikal, emas yang disimbolkan XAU/USD mendapatkan momentum penguatan setelah menembus pola Triangle (garis biru) pada Kamis (14/5/2020) lalu. Tetapi pergerakan emas kemarin jika dilihat dengan candle stick membentuk pola Shooting Star.BEST PROFIT

Jika dilihat pada grafik, body (badan) candle stick kecil di bagian bawah, sementara tail (ekor) panjang ke atas. Pola tersebut disebut Shooting Star, dan kerap dijadikan sinyal pembalikan arah atau XAU/USD akan bergerak turun, alias emas berisiko melemah. BESTPROFIT

Secara psikologis, pola Shooting Star menunjukkan trader yang menjual emas berusaha mendominasi pasar. PT BESTPROFIT FUTURES

xauFoto: Refinitiv
xau

 

Risiko penurunan emas semakin besar melihat indikator Stochastic yang mulai turun dari wilayah jenuh beli (overbought). BPF

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah jenuh beli (di atas 80), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik turun. PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE

Support (tahanan bawah) terdekat berada di kisaran US$ 1.720/troy ons, jika dilewati emas berisiko melemah ke US$ 1.708 sampai 1.700/troy ons.
Penembusan konsisten di bawah level tersebut berisiko membuat emas drop dan kembali memasuki fase konsolidasi, dengan target bawah ke US$ 1.660/troy ons.

Resisten terdekat berada di kisaran US$ 1.746/troy ons, hanya penembusan di atas level tersebut yang bisa membuat emas kembali menguat.

Sementara untuk jangka panjang, outlook emas masih bullish alias dalam tren naik.

Secara fundamental, emas tertekan setelah adanya kabar bagus dari vaksin virus corona yang diproduksi bioteknologi Moderna di AS. Moderna menyatakan hasil uji klinis pertama vaksin cukup positif. Pasalnya, imun atau antibodi dari 8 orang yang diujicobakan mampu menghasilkan antibodi virus corona.

Perusahaan memulai percobaan manusia fase 1 pertama pada Maret dengan 45 sukarelawan, dan telah disetujui untuk segera memulai fase 2, yang akan melakukan pengujian kepada 600 orang pada akhir Mei atau Juni. Jika semuanya berjalan dengan baik, vaksinnya dapat diproduksi pada awal Juli mendatang.

Kabar tersebut tentunya memberikan harapan virus corona bisa segera ditanggulangi dan kehidupan kembali normal, roda perekonomian kembali berputar kencang. Sentimen pelaku pasar pun membaik, dan emas turun dari level tertinggi nyaris 8 tahun terakhir.

Meski demikian, outlook jangka panjang bagi emas masih cukup bagus, mengingat kebijakan moneter dan fiskal yang diterapkan bank sentral dan pemerintah di berbagai negara saat ini. Pandemi Covid-19 yang membawa perekonomian global ke jurang resesi membuat bank sentral di berbagai negara secara agresif melonggarkan kebijakan moneter semakin agresif di tahun ini.

Negeri Paman Sam menjadi yang paling agresif. Bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) membabat habis suku bunganya hingga menjadi 0-0,25%, kemudian mengaktifkan kembali program pembelian aset atau yang dikenal dengan quantitative easing (QE) dengan nilai tanpa batas. Berapapun akan digelontorkan agar likuiditas di perekonomian AS tidak mengetat.

Itu baru The Fed, bank sentral lainnya juga menerapkan kebijakan yang sama, bank sentral Australia misalnya, untuk pertama kalinya sepanjang sejarah menerapkan program QE.

Di tahun 2008 ketika terjadi krisis finansial global, The Fed dan bank sentral lainnya di Eropa menerapkan kebijakan yang sama, suku bunga rendah serta QE, dampaknya harga emas terus bergerak naik hingga mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada tahun 2011.

Tidak hanya bank sentral, pemerintah di berbagai negara juga menggelontorkan stimulus fiskal. Pemerintah AS sudah menggelontorkan stimulus senilai US$ 2 triliun, terbesar sepanjang sejarah.

Stimulus moneter dan fiskal tersebut membuat pasar banjir likuiditas, kondisi tersebut sangat menguntungkan bagi emas.

Ole Hansen, Kepala Ahli Strategi Komoditas di Saxo Bank mengatakan pelaku pasar belum paham sepenuhnya bagaimana dampak kebijakan bank sentral dan pemerintah di berbagai negara ke pasar finansial.

“Dari perspektif investasi emas, ini bukan mengenai apa yang terjadi hari ini, besok, atau bulan depan, tetapi apa yang akan terjadi 6 sampai 12 bulan ke depan atau lebih dari itu” kata Hansen, sebagaimana dikutip Kitco.

Hansen memprediksi di akhir tahun ini harga emas berada di US$ 1.800/troy ons, kemudian mencetak rekor tertinggi di 2021, dan dalam jangka panjang berada di atas US$ 4.000/troy ons.

Belum lagi jika melihat risiko terjadinya babak baru perang dagang Amerika Serikat dengan China akibat hubungan kedua negara yang sedang meruncing, sehingga peluang emas menguat dalam jangka panjang semakin terbuka lebar.

 

Sumber : cnbcindonesia.com

Tembus Pola Triangle, Harga Emas Ngegas ke US$ 1.800/oz

Tembus Pola Triangle, Harga Emas Ngegas ke US$ 1.800/oz

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Harga emas dunia menguat pada perdagangan Senin ini (18/9/2020), mendekati level tertinggi sejak Oktober 2012 seiring dengan sentimen positif yang menyertainya. PT BESTPROFIT

Pada pukul 14:10 WIB, emas diperdagangkan di level US$ 1.759,24/troy ons, menguat 1,04% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak 12 Oktober 2012. BEST PROFIT

Secara teknikal, emas mendapatkan momentum penguatan setelah menembus pola Triangle (garis biru) pada Kamis (14/5/2020) lalu. Setelahnya harga emas terus melesat hingga menembus level tertinggi tahun ini sebelumnya US$ 1.746/troy ons hari ini. BESTPROFIT

Jika pada penutupan perdagangan nanti emas berakhir di atas US$ 1.746/troy ons, maka jalan menuju US$ 1.800/troy ons akan semakin enteng. Target penguatan selanjutnya ke US$ 1.782/troy ons, jika level tersebut dilewati logam mulia ini berpeluang besar mencapai US$ 1.800/troy ons. PT BESTPROFIT FUTURES

xauGrafik: Rupiah (USD/IDR) Harian
Foto: Refinitiv

Sementara itu area US$ 1.746/troy ons kini menjadi support (tahanan bawah) terdekat. Jika level tersebut ditembus, emas berisiko terkoreksi ke US$ 1.720/troy ons. BPF

Suara-suara emas akan mencapai ke level US$ 1.800/troy ons semakin banyak disampaikan oleh para analis. PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE

“Untuk emas, Langkah selanjutnya ke US$ 1.800/troy ons, saat ini pertanyaannya hanya kapan” kata Han Tan, analis di FXTM, sebagaimana dilansir Kitco.

Analis lain bahkan mengatakan emas akan mencapai level tersebut di pekan ini.

“Peluang emas ke US$ 1.800/troy ons di pekan ini terbuka, jika kembali terjadi outflow di pasar saham AS,” kata Philip Streible, kepala strategi pasar Blue Line Futures, yang dilansir Kitco.

Secara fundamental, konflik Amerika Serikat dengan China yang semakin meruncing membuat harga emas menguat.

Penyebabnya konflik kedua negara yakni asal-usul virus corona yang dikatakan berasal dari laboratorium di China.

Dalam pernyataannya kepada media, Presiden AS Donald Trump tak segan menyebut kemungkinan memutus hubungan dengan China. Alasannya, karena China gagal menahan pandemi Covid-19.

“Mereka seharusnya tidak membiarkan ini terjadi,” kata Trump dikutip Reuters.

“Ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Kita bisa memutus seluruh hubungan (dengan China),” tegasnya.

Trump yang terus menyerang China memicu kecemasan akan kemungkinan terjadi babak baru perang dagang, bahkan yang lebih parah kemungkinan perang dunia III.

Reuters mengabarkan, China Institutes of Contemporary International Relations (CICIR) yang merupakan lembaga think tank dengan afiliasi ke Kementerian Pertahanan Negeri Tirai Bambu, membuat laporan bahwa Beijing berisiko diterpa sentimen kebencian dari berbagai negara. Skenario terburuknya, China harus bersiap dengan kemungkinan terjadinya konfrontasi bersenjata alias perang.

Sejauh ini pemerintah China belum memberikan konfirmasi mengenai laporan CICIR tersebut. “Saya tidak punya informasi yang relevan,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China kala dikonfirmasi oleh Reuters.

Jika sampai terjadi babak baru perang dagang, perekonomian global yang sudah merosot akibat pandemi Covid-19 tentunya akan semakin nyungsep, dan emas sebagai aset safe haven akan diuntungkan. Apalagi jika sampai terjadi perang militer.

 

Sumber : cnbcindonesia.com