PT Best Profit Futures Jambi

Tag Archives: Bestpro

Pasukan elite militer Turki: ‘Kami datang bersama kematian’

PT BESTPROFIT – Mottonya cukup membuat bulu kuduk merinding. “Kami datang bersama kematian!” Itulah salah satu semboyan Komando Pasukan Elite Turki atau Ozel Kuvvetler Komutanligi. Pasukan yang juga sering dijuluki Pasukan Baret Merah Marun atau Bordo Bereliler seperti warna baret kebanggaan mereka.

Dalam setiap operasi, pasukan ini juga mempunyai motto gugur satu tumbuh seribu. Kata yang rasanya tak asing untuk menggambarkan sikap rela berkorban untuk negara.

Kendali pasukan ini langsung berada di bawah Panglima Angkatan Bersenjata Turki. Hanya dari orang nomor satu di militer itulah mereka menerima perintah operasi. Diperkirakan saat ini jumlah personelnya mencapai 2.500 orang.

Mereka memiliki sederet kemampuan layaknya anggota pasukan elite dunia lain. Mulai dari antiteroris, intelijen tempur, demolisi, gerilya dan antigerilya, pertempuran jarak dekat, pembebasan sandera hingga misi SAR tempur.

Sejak didirikan tahun 1952, ‘anak-anak’ Bordo Bereliler sudah kenyang dengan pengalaman operasi. Mereka selalu dilibatkan dalam aneka operasi militer yang melibatkan konflik Turki dan Kurdi. Pasukan ini juga diterjunkan untuk memburu militan ISIS yang bermarkas di perbatasan Turki dan Suriah.

Dalam sebuah operasi, mereka bertugas memandu serangan F-16 angkatan udara Turki ke kamp ISIS. Tak kurang dari 35 militan ISIS tewas dalam serangan udara tersebut.

Personel baret merah marun ini dilengkapi senjata khas pasukan elite. Untuk pistol mereka mengandalkan varian Glock 17 dan 19 atau pistol SIG P226 dan SIG P229. Untuk senapan rata-rata menggunakan M4A1, dan Heckler & Koch HK416. Ada juga senapan serbu buatan dalam negeri MKEK MPT-76. Ada juga seri senapan dari Rusia jenis AKM dan IMI Tavor TAR-21, senapan buatan Israel.

Untuk senapan mesin ringan, Bordo Bereliler mengandalkan setidaknya tiga jenis sub machine gun. HK MP5, MP7A1, dan FN P90. Senapan ini digunakan untuk pertempuran jarak dekat atau misi pembebasan sandera.

Para sniper juga dilengkapi dengan aneka senapan khusus penembak runduk mulai dari senapan produksi dalam negeri KNT-308. Lalu Barrett M82 buatan AS, hingga Dragunov sniper rifle dari Rusia. BEST PROFIT

Untuk pergerakan pasukan, skadron angkut helikopter khusus selalu siap membawa ke medan operasi dalam hitungan jam.

Lalu bagaimana menjadi anggota pasukan elite ini?

Para perwira dan calon prajurit secara sukarela mendaftar untuk masuk ke Bordo Bereliler. Namun syaratnya tak mudah. Selain fisik yang memadai, mereka juga harus punya tingkat intelejensi tinggi dan minimal menguasai satu bahasa asing.

Setelah lulus tes mereka harus mengikuti latihan berat selama 2,5 tahun. Fisik benar-benar digerus dengan aneka latihan militer, bela diri, menembak, patroli jarak jauh, hingga lari halang rintang.

Dalam lintas medan, para calon anggota pasukan ini harus berjalan naik turun gunung dengan jarak 100 km dengan menggendong ransel seberat 40 kg. BESTPROFIT

Tak heran, banyak yang berguguran dalam pendidikan komando ini. Hanya yang terkuat yang bertahan.

Setelah lulus pendidikan dasar, mereka mendapat aneka materi tambahan. Ada sekolah pertempuran gunung, pertempuran jarak dekat, nuklir dan biokimia. Materi seperti terjun payung, menyelam, dan pengintaian juga terus dimantapkan. Tak ketinggalan perang antiteror dan penggunaan bahan peledak.

Di akhir pendidikan, tes terakhir adalah tembak kepercayaan. Setiap personel akan menembak target yang diletakkan di atas kepala atau dipegang oleh rekan mereka. Meleset sedikit, fatal akibatnya. Namun itulah resiko bagi siapa pun yang nekat bergabung.

Tak salah jika motto mereka Olum bizimle gelir, kami datang bersama kematian!

Sumber: merdeka.com

Cerita SBY bersahabat dengan AM Fatwa sejak Reformasi 98

BEST PROFIT – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memiliki sejumlah kesan atas Almarhum AM Fatwa. SBY mengaku bersahabat dengan anggota DPD RI itu sejak Reformasi 1998.

“Saya pribadi bersahabat dengan Almarhum semenjak Reformasi tahun 98. Sebagai sahabat kami dulu sering berdiskusi, bertukar pikiran, memikirkan Indonesia yang waktu itu sedang mengalami musibah krisis besar dan mengawali sebuah perubahan yang kemudian dikenal dengan reformasi,” kata SBY usai melakukan salat jenazah di rumah duka AM Fatwa di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (14/12).

SBY memiliki kesan mendalam atas Almarhum. Saat masih menjadi TNI di era awal Reformasi, SBY dan AM Fatwa selalu berada dalam satu forum yang sama. Menurutnya, AM Fatwa juga dikenal sebagai sosok yang mencintai kebenaran, keadilan, demokrasi, kebebasan, dan persamaan hak di antara warga bangsa. BESTPROFIT

“Itulah pikiran-pikiran Almarhum. Almarhum adalah sosok yang kritis meskipun saya bersahabat baik, di samping pernyataan Almarhum sering sama dengan pandangan saya mendukung pernyataan saya. Tetapi sesekali beliau melancarkan kritik-kritiknya kepada pemerintah kritik kepada saya pribadi, tetapi saya dengarkan semuanya,” ujarnya.

Menurutnya, dari kritik-kritik tersebut, dirinya dapat mengerti apa yang dirasakan rakyat. Sehingga tidak keliru dalam mengambil keputusan dan kebijakan.

Meski sudah tak lagi menjadi Presiden, SBY mengaku tetap memiliki hubungan baik dengan AM Fatwa. SBY mengaku tetap bersahabat dengan Almarhum.

SBY mengaku masih ingat saat pertemuan terakhir dengan Almarhum. Saat itu banyak pesan yang disampaikan AM Fatwa untuknya.

PT BESTPROFIT “Harapan-harapan beliau kepada generasi muda agar bangsa kita terus menuju ke yang lebih baik. Tentu banyak apa yang kami bicarakan dulu dengan Almarhum. Satu saya masih ingat juga beliau sebagai anggota DPD beliau banyak menyoroti kebijakan pemerintah. Saya masih ingat mengirim surat hak bertanya,” ucapnya.

“Pertanyaannya kritis saya juga jawab dengan seksama sehingga ada hubungan baik antara legislatif dulu. Itu sebenarnya napas demokrasi check and balances saling peduli kemudian saling memberi dengan tujuan yang baik,” tambahnya.

SBY yakin meski sudah tiada AM Fatwa banyak meninggalkan sesuatu yang baik untuk bangsa dan negara. Oleh karena itu, SBY ingin agar masyarakat bisa mendoakan yang terbaik untuk AM Fatwa.

“Mari kita mendoakan Almarhum agar hidup tenang di sisi Allah SWT. Semoga pikiran-pikiran kritis, pikiran jernih Almarhum yang masih berguna untuk bangsa negara dapat kita ingat kembali,” katanya.

Sumber: merdeka.com

Novanto Tak Jawab Pertanyaan Hakim di Sidang, Fadli Zon: Oh Ya?

Novanto Tak Jawab Pertanyaan Hakim di Sidang, Fadli Zon: Oh Ya?

BESTPROFIT – Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengaku kaget mendengar kabar mantan rekannya sesama pimpinan DPR yakni Setya Novanto, ternyata tidak mau merespon setiap pertanyaan hakim dalam persidangan perdananya hari ini, Rabu (13/12/2017).

Diketahui, Novanto menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan kasus dugaan korupsi KTP-elektronik yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Yanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, hari ini.

“Oh ya? Saya tidak tahu juga,” kata Fadli Zon di Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta.

‎Fadli Zon mengaku tidak mengikuti proses hukum terhadap rekannya tersebut. Sejak Novanto ditetapkan sebagai tersangka untuk kedua kalinya dalam kasus dugaan korupsi e-KTP, dia mengaku komunikasinya terputus.

“Coba kita lihat-lah nanti. Saya tidak mengikuti perkembangan hukumnya, karena tidak bisa berkomunikasi sejak akhir Oktober,” ujar dia.

Lebih dari itu, Fadli Zon hanya mengaku menyerahkan proses hukum terhadap Novanto yang merupakan Ketua DPR RI itu kepada penegak hukum. PT BESTPROFIT

“Kita lihat saja proses hukumnya,” ‎kata dia.

Sebagaimana diberitakan, terdakwa kasus e-KTP Setya Novanto mendadak tak bisa mendengar dan menjawab pertanyaan Hakim Ketua Yanto saat memulai sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan di gedung Pengadilan Tipikor. Hakim Yanto yang menanyakan identitasnya tidak direspon sama sekali oleh Novanto.

“Siapakah nama saudara?” tanya Hakim Yanto.

Karena tidak dijawab oleh Setya Novanto, Hakim Yanto pun bertanya lagi.

“Apakah saudara mendegar pertanyaan saya? Apakah saudara dengar pertanyaan saya?” tanya Hakim Yanto.

Karena pertanyaan tidak direspon lagi oleh Novanto, Hakim Yanto pun menanyakan kepada Jaksa Penuntut Umum.

“Penuntut Umum, apakah sebelum dibawa ke sidang, terdakwa ini diperiksa kesehatannya oleh dokter?” tanya Hakim Yanto.

Jaksa Penuntut Umum KPK, Irene Putri, pun menjawab pertanyaan Hakim Yanto.

“Terima kasih Yang Mulia. Tadi sebelum terdakwa dihadirkan di sini, dokter KPK memeriksanya terlebih dahulu. Dan dari hasil pemeriksaan, terdakwa bisa mengikuti sidang hari ini,” kata Irene.

Setelah mendengar jawaban dari JPU KPK, Hakim Yanto pun kembali menanyai terdakwa Setya Novanto. Namun, lagi-lagi Novanto tidak memberikan jawaban atas pertanyaan Hakim Yanto. Karena itu, Hakim Yanto langsung beralih ke kuasa hukum Novanto.

BEST PROFIT “Apakah Saudara adalah kuasa hukumnya? Mana surat kuasanya?” tanya Hakim Yanto.

Setelah mengecek surat kuasa, Hakim Yanto kembali bertanya ke Jaksa Penuntut Umum KPK. Hakim Yanto menanyakan dokter yang memeriksa Novanto sebelum dihadirkan ke persidangan.

“Apakah dokter yang memeriksa terdakwa ada di sini?” tanyanya.

“Ada Yang Mulia. Kepada dokter Yohanes Hutabarat kami minta ke depan,” kata Jaksa Irene, saat memanggil dokter Yohanes dari KPK.

Setelah dokter Yohanes hadir, Hakim Yanto langsung menanyainya.

“Apakah saudara dokter yang memeriksa saudara Setya Novanto?”

“Betul Yang Mulia.”

“Kapan saudara periksa?”

“Tadi pagi jam 8.”

“Saat melakukan pemeriksaan, apakah ada komunikasi dengan saudara terdakwa ini?”

“Betul Yang Mulia, ada komunikasi.”

“Apakah dia menjawab dengan lancar?”

“Menjawab dengan lancar Yang Mulia.”

Setelah mendengarkan keterangan dokter Yohanes, Hakim Yanto kembali menanyai Novanto. Namun, atas pertanyaan tersebut, Novanto pun masih tidak meresponnya.

Setelah berbagai cara dilakukan oleh Hakim Yanto untuk menanyakan identitas Novanto, akhirnya dihadirkan tiga dokter spesialis dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Hakim pun menanyakan kondisi Novanto yang sebelumnya sehat, namun setelah dua jam diperiksa mendadak turun drastis.

“Kami tadi juga dilaporkan dokter KPK, semua dalam kondisi bagus, gula darah bagus, nadinya bagus. Artinya, kami tadi sepakat bahwa beliau ini layak, artinya bisa hadir pada saat ini,” kata salah satu dokter spesialis dari RSCM.

“Tadi pagi kan diperiksa dokter KPK, jam 8, sekarang jam 10 lewat. Apakah bisa seorang bisa seperti ini setelah dua jam dinyatakan sehat?” tanya Hakim Yanto.

“Bisa seperti itu Yang Mulia. Tapi kalau tidak bisa dengar dan turun drastis seperti ini, berarti tidak bisa jalan,” kata dokter dari RSCM.

Karena Novanto tidak kunjung menjawab, Hakim Yanto pun kembali menanyai kuasa hukumnya.

“Ini semacam ada perbedaan antara dokter KPK dengan dokter yang merawat beliau. Agar ini tidak menjadi polemik dan terjadi seperti ini terus-menerus, terdakwa sebaiknya diperiksa di rumah sakit lain. Kemarin kita minta diperiksa di Rumah Sakit Angkatan Darat, tapi tidak diizinkan. Status kesehatan terdakwa ini dapat menentukan sidang ini,” kata Maqdir selaku kuasa hukum Novanto.

Di tengah mendengarkan penjelasan dari berbagai pihak tersebut, Novanto pun kemudian minta izin ke toilet. Hakim Yanto pun memberhentikan sementara persidangan. Baru setelah Novanto kembali, sidang pun dimulai lagi.

“Tadi saya lihat sudah dengar, kalau bisik-bisik, saudara terdakwa ini juga sudah mengangguk-angguk. Berarti sudah bisa dengar,” kata Hakim Yanto.

Meski begitu, saat ditanyai lagi oleh Hakim Yanto, Novanto masih tidak menjawab. Hakim pun memutuskan untuk memberhentikan sidang sementara agar Novanto diperiksa oleh dokter-dokter yang ada.

Sumber: suara.com

Menaker: Presiden apresiasi Kemnaker bukan menyentil

BESTPROFIT – Menanggapi berita dirinya disentil Presiden terkait dengan perencanaan anggaran di kementeriannya, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengatakan, bahwa sebagian media tidak komplit atau tidak utuh mengutip pidato Presiden dalam acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2018 serta Anugerah ‘Dana Rakca’ Tahun 2017, di Istana Bogor, Rabu (6/12).

“Lah wong itu judulnya Presiden memuji, memberikan apresiasi ke Kemnaker dan meminta para menteri serta gubernur mencontoh Kemnaker, kok jadinya disebut menyentil, nyemprot atau marah. Kebalik-balik itu,” katanya.

Menurut Hanif, ada kalimat dalam pidato Presiden yang hilang dari pemberitaan beberapa media, yaitu kalimat ‘ini sudah diubah semuanya di Kemnaker’. Kalimat itu, kata Hanif, menegaskan adanya perubahan dalam perencanaan anggaran di Kemnaker yang oleh Presiden dijadikan contoh agar diikuti oleh kementerian lain dan pemerintah daerah.

“Inti dari pesan Bapak Presiden itu adalah bahwa menteri atau kepala daerah harus mengawal dan memonitor perencanaan kegiatan dan anggaran hingga detil. Tujuannya agar perencanaan anggaran dapat lebih efisien dan berorientasi output. Itu tercermin dari alokasi belanja inti yang harus lebih dominan, bukan belanja pendukung seperti rapat dan lain-lain itu. Alhamdulillah di Kemnaker sudah kita ubah dan karena itu dijadikan contoh oleh Presiden dalam pidato kemarin”, jelasnya. PT BESTPROFIT

Hanif menjelaskan sebelum rapat di Istana kemarin, Presiden menelepon dirinya mengenai perubahan yang telah dilakukan Kemnaker dalam perencanaan kegiatan dan anggaran.

Beberapa waktu sebelumnya, Presiden juga sempat berdiskusi panjang dengan Hanif mengenai hal itu. Saat itu, kata Hanif, ia melaporkan terobosan perencanaan kegiatan dan anggaran di kementeriannya yang sangat diapresiasi oleh Presiden.

Lebih lanjut Hanif menguraikan bahwa masalah perencanaan anggaran bukan masalah teknis, melainkan politis. Jika selama ini penyusunan anggaran terlihat proporsi belanja pendukung yang terlalu besar, hal itu bukan karena jajaran birokrasi tidak tahu.

Berdasarkan pengalamannya, kata Hanif, hal itu karena political will yang lemah dari sebagian jajaran birokrasi untuk membuat perencanaan kegiatan dan anggaran yang berorientasi pada output.

Oleh karena itu, kontrol dari atasan hingga tingkat menteri atau kepala daerah menjadi sangat penting. Jangan sampai atasan hanya terima beres dari bawahan. BEST PROFIT

Pengalaman di Kemnaker itu, disampaikan Presiden dalam pidatonya di Istana kemarin. Presiden mengingatkan semua menteri, gubernur dan bupati/wali kota agar melakukan efisiensi anggaran dengan mengontrol detail perencanaannya.

Pos belanja untuk kegiatan inti dalam suatu kegiatan, kata Presiden, harus lebih besar dari pos belanja kegiatan pendukung. Presiden menyebut hal tersebut sudah dilakukan Kemnaker.

Sumber: merdeka.com