PT Best Profit Futures Jambi

Tag Archives: bestprofit jambi

Tips Agar Tetap Tampil Segar Di Hari Raya

240616_snaryo_solo_the-beauty-of-ramadan5Bestprofit – Hari Raya Idulfitri biasanya dipenuhi kegiatan berkunjung ke rumah saudara dan kerabat dekat. Penampilan pun menjadi sesuatu yang penting, karena tentu saja Anda ingin terlihat cantik dan gaya di hari spesial tersebut.

Coba saja beberapa tips berikut ini agar penampilan Anda saat Lebaran tetap terlihat segar dan gaya.

1. Pilih riasan natural

Agar tampil segar dan menarik, pilih warna-warna natural untuk riasan Anda. Warna pink dan peach bisa jadi pilihan, karena warna ini cocok di semua jenis kulit. Fokuskan riasan pada bagian pipi, agar wajah tampak merona alami. Sementara untuk riasan mata, sebaiknya pilih kosmetik jenis waterproof untuk mencegah riasan luntur.

2. Bedak dan kertas minyak

Seharian beraktivitas biasanya akan membuat kulit jadi mudah berminyak, karena itu selalu sediakan kertas minyak di tas Anda. Jangan lupa juga membawa compact powder untuk merapikan kembali riasan wajah Anda. Pastikan saja sebelum mengaplikasikan bedak, kulit Anda sudah dalam keadaan kering agar riasan tidak menggumpal.

3. Cegah dehidrasi

Berkumpul bersama keluarga memang menyenangkan, tapi jangan sampai lupa minum air mineral yang dapat mencegah Anda dari dehidrasi. Apalagi jika Anda banyak mengonsumsi makanan berminyak, sebaiknya pilih minum air ketimbang sirup atau minuman bersoda.

4. Busana nyaman

Agar tetap terlihat segar sepanjang hari, pastikan busana yang Anda pakai terasa nyaman dan mampu menyerap keringat. Seandainya Anda mudah berkeringat, selalu sediakan tisu atau handuk kecil di dalam tas.

5. Body spray

Salah satu cara untuk merasa lebih segar adalah dengan semprotan body spray. Wewangian jenis ini memiliki aroma lembut yang mudah hilang, sehingga tidak masalah jika Anda semprotkan beberapa kali. Selain itu, body spray akan terasa dingin saat disemprotkan ke kulit, yang akan membuat Anda merasa segar kembali. – Bestprofit

Trik Menghapus ‘Jejak’ Informasi Kamu di Internet

069463600_1460605257-internet_2Bestprofit – Kehidupan di dunia maya memang membuat banyak orang di dunia dapat saling terhubung. Namun, tak sedikit merasa bahwa eksistensi di dunia maya juga terkadang membuat kita merasa tak aman.
Jika kamu tak ingin informasi pribadi tersebar luas di dunia maya, kamu dapat menghilangkan jejaknya. Akan tetapi, hal ini tak semudah yang Anda bayangkan.

Kamu harus mengikuti beberapa langkah-langkah. Berikut ini seperti dilansir tim Tekno Liputan6.com dari CNET, Kamis (30/6/2016), 5 cara mengurangi jejak informasi tentang kamu dari pencarian internet:

1. Hapus Akun

Coba sebutkan, berapa banyak akun yang kamu punya saat ini? Setidaknya kamu pasti memiliki akun Facebok, Twitter, Instagram, LinkedIn, hingga akun belanja online (eCommerce).

Jika kamu ingin ‘undur diri’ dari kehidupan dunia maya, dapat memulainya dengan menghapus akun-akun media sosial, eCommerce, hingga blog milik kamu.

Di media sosial misalnya, setiap layanan memiliki opsi untuk menonaktifkan akun pengguna. Opsi ini tersedia di menu Settings, Security, atau Privacy.

2. Gunakan Layanan Pengumpul Data

Opsi lainnya, kamu dapat menggunakan jasa DeleteMe atau Abine.com untuk menghapus berbagai milik akun kamu.

Layanan ini akan mengumpulkan informasi kamu yang tersebar di internet. Namun, untuk menggunakan layanan ini, kamu akan dikenakan biaya mulai dari US$ 130.

3. Hapus Hasil Pencarian tentang kamu

Hasil pencarian ini termasuk dari mesin Yahoo, Bing, atau Google. Untuk menghapus segala hasil pencarian tentang kamu, Google memiliki tools untuk melakukannya di sini.

4. Hapus Akun Email

Proses menghapus akun email bergantung pada jenis email yang kamu miliki. Namun, kamu harus masuk ke akun terlebih dahulu dan pilih opsi “delete” dan “close” akun Anda

Beberapa akun akan tetap aktif selama beberapa waktu untuk memungkinkan kamu mengaktifkannya kembali di kemudian hari.

Yang terpenting adalah proses ini tidak akan rampung dalam satu hari saja. Dengan begitu, kamu harus bersabar untuk mengetahui hasilnya.

Berani Coba Jalur Mudik Jawa Tengah Anti-Mainstream?

070344400_1467338330-ambarawaBestprofit – Arus mudik Lebaran 2016 dimulai. Tradisi tahunan yang mempertemukan berbagai kalangan itu selalu diwarnai kemacetan.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hadi Santoso, memperkirakan ada 1,3 juta kendaraan pribadi yang akan berjejer melintasi jalan-jalan utama di Jawa Tengah. Kemungkinan macet tak terbendung mengingat jumlah kendaraan dan kapasitas jalan raya tak sebanding.

Hadi Santoso menyarankan para pemudik mengenali medan, khususnya jalur-jalur alternatif di Jawa Tengah. Ini dibutuhkan untuk menyiasati kemacetan.

“Pemerintah sudah menyiapkan jalur alternatif, termasuk berbagai rekayasa lalu lintas,” kata Hadi, Semarang, Jumat (1/7/2016).

Beberapa jalur rawan macet.

Penyebabnya, kondisi infrastruktur dan aktivitas masyarakat sekitar. Misalnya perbaikan jembatan Sipait Pekalongan.

“Misalnya mengenali medan, pemudik bisa menghindari kemacetan dengan memutar melalui Comal ambil arah Sragi, kemudian lanjut ke Bojong, dan keluar di Wiradesa Pekalongan,” kata Hadi.

Hadi memprediksi jumlah pemudik yang masuk ke Jawa Tengah pada Lebaran 2016 mencapai 6,21 juta orang, baik pengguna kendaraan pribadi maupun bus. Untuk itu, pemerintah menyiapkan sedikitnya delapan jalur alternatif yang anti-mainstream.

Jalur-jalur alternatif ini disebut anti-mainstream karena merupakan perpaduan jalan nasional, jalan provinsi dan jalan kabupaten/kota. Dengan komposisi itu, para pemudik juga akan diberi alternatif pemandangan yang keren.

“Jika capek, silakan berhenti, istirahat. Selfie dulu, upload medsos, dijamin tidak akan menimbulkan kemacetan,” kata Hadi.

1. Untuk pemudik yang akan melintasi Jawa Tengah dan masuk ke Jawa Timur bisa melalui Bantarsari (Brebes)–Ketanggungan–Slawi (Tegal)–Randudongkal (Pemalang)–Bantarbolang– Kebonagung–Wonotunggal–Bawang (Batang)–Sukorejo–Boja (Kendal)–Ungaran–Semarang. Kemudian dilanjutkan dari Semarang–Gubug (Grobogan)–Godong–Purwodadi–Kunduran–Blora– Cepu–Padangan (Bojonegoro).

2. Untuk mengatasi perbaikan jembatan Sipait Pekalongan, bisa melalui Comal kemudian Sragi, Bojong, Wiradesa atau bisa juga ke Kedungwuni lanjut ke Doro, Pekalongan. Setelah dari Doro Pekalongan, bisa lanjut ke Bandar dan masuk ke Bawang (Batang), selanjutnya mengikuti jalur Altrenatif 1.

3.  Bagi pemudik jurusan Solo sekitar, setelah keluar Tol Pejagan bisa melalui Ajibarang–Purwokerto –Sokaraja–Kaliori–Banyumas–Klampok–Banjarnegara–Wonosobo–Temanggung–Secang–Lingkar Ambarawa–Bawen.

4. Bagi pemudik dari barat yang bermaksud untuk menuju Jawa Tengah bagian selatan bisa melalui Pejagan–Ketanggungan–Prupuk–Bumiayu–Ajibarang–Wangon-Kebumen.

5. Bagi pemudik dari barat yang bermaksud ke Jawa Timur, setelah melalui Semarang ambil arah Ungaran–Bawen–Salatiga–Boyolali–Kartosuro–Surakarta–Sragen–Mantingan Batas Jatim.

6. Bagi pemudik dari barat yang bermaksud untuk ke Jawa Tengah bagian tengah bisa melalui Pemalang–Bantarbolang–Randudongkal–Belik–Bobotsari–Purbalingga–Sokaraja/ Klampok. Atau jika sudah sampai Pekalongan bisa menuju Kajen–Kalibening–Wanayasa–Banjarnegara.

7. Untuk menghindari kemacetan di Kota Semarang, bisa melalui Weleri–Sukorejo–Parakan-Temanggung–Kaloran–Bandungan–Lemahabang/Ambarawa jika mau ke Solo sekitar bisa keluar melalui Bawen, atau jika bermaksud ke Yogyakarta, dilanjut ke Secang–Magelang–Muntilan–Salam.

8. Jalur Pati–Kayen–Purwodadi–Gemolong–Surakarta kemudian bisa melalui Sruwen–Gemolong Palur–Karanganyar–Tawangmangu–Cemorosewu. Atau, dari Surakarta–Sukoharjo–Wonogiri– Biting/batas Jatim, bisa juga dari Wonogiri-Ngadirojo–Giriwoyo. – Bestprofit

Kapal ‘Horor’ di Dasar Laut Tengah Sembunyikan 800 Jasad Manusia

Bestprofit – Pada April 2015, sebuah kapal berisi 800 pencari suaka karam di Laut Tengah. Hanya 28 orang yang berhasil selamat terombang-ambing berenang mencapai Pelabuhan Catania, Italia.

Dari 800 orang, kebanyakan anak-anak berusia 10 hingga 12 tahun. Sementara 28 orang yang selamat itu diduga di antaranya adalah penyelundup.

Karamnya kapal pengangkut imigran, kebanyakan dari Suriah, yang mencari hidup lebih baik di Eropa, merupakan horor bencana kemanusiaan yang paling mematikan.

Kini sudah 14 bulan berlalu. Tim Angkatan Laut Italia memulai ekspedisi mengangkat kapal karam itu. Sekali lagi, ini adalah operasi autopsi bersejarah.

Kapal yang membawa 800 pencari suaka itu berlayar dari Libya dengan tujuan Italia. Perahu itu karam dengan 800 orang terperangkap di dalamnya.

Selama 1 tahun, ada 169 jenazah ditemukan di dekat kapal itu yang tenggelam 370 meter di bawah laut.

Untuk pertama kalinya, para ahli kini mencoba mengidentifikasikan mereka yang tenggelam bersama kapal itu.

“Ini adalah pengangkatan kapal karam dan proses autopsi yang paling bersejarah sepanjang masa,” kata dr. Cristina Cattaneo, kepala tim yang berisi 50 patolog untuk mengidentifikasi kerangka manusia.

“Kami berharap bisa mengidentifikasi 400 hingga 600 jenazah,” tuturnya seperti dilansir dari The Guardian, Kamis (30/6/2016).

“Sisa tubuh-tubuh itu masih terperangkap dalam kapal. Rencananya, kami akan mengangkat kapal itu, membawa ke area dengan pendingin lantas membawa ke kamar jenazah terdekat,” ujar Cattaneo lagi.

Menurut salah satu korban selamat, para pencari suaka itu terperangkap di dalam dek bawah saat kapal ikan itu menabrak kapal diesel.

Hanya beberapa yang bisa naik ke dek atas dan tak mampu selamat saat air menggenangi kapal itu. Menurut korban selamat, mereka yang berhasil naik ke dek atas berusaha menggapai benda-benda apa pun untuk mengapung karena tak bisa berenang.

“Seseorang berusaha menarik celanaku karena tak bisa berenang,” kata Ibrahim Mbalo, korban selamat dari Gambia.

“Aku hanya berpikir, akankah aku mati atau selamat saat itu,” ungkapnya.

Mbalo bisa selamat karena ia bergulat dari cengkeraman seorang pria yang mencoba menjadikannya pelampung. Lantas, ia berenang ke satu-satunya pintu di kabin. Menurut estimasinya, ia berada di dalam air selama 3 menit.

Bencana itu terjadi setelah estimasi ada 1.200 orang tenggelam antara Italia dan Libya, yang membuat publik marah terhadap ketidakpedulian pemimpin Uni Eropa terhadap korban yang mencoba menyeberang ke Eropa.

Lebih dari 150 ribu orang, kebanyakan dari sub-Sahara Afrika, menggunakan jalur itu pada 2015. Hal yang sama yang dilakukan pencari suaka pada 2016.

Ada sekitar 850 ribu orang, kebanyakan dari Suriah dan Afghanistan, mencapai Yunani dengan kapal pada 2015. Namun angka itu turun pada 2016 setelah ada implementasi perjanjian Uni Eropa dengan Turki. – Bestprofit