PT Best Profit Futures Jambi

Tag Archives: Bestprofit

Pergerakan IHSG Betah Berada di Zona Hijau

Pergerakan IHSG Betah Berada di Zona Hijau

PT BEST PROFIT FUTURES JAMBI – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal kembali menguat setelah penutupan Senin kemarin (13/1/2020) menguat 0,34 persen di level 6.296. PT BESTPROFIT

Analis Samuel Sekuritas, William Mamudi mengamati bahwa pergerakan IHSG terus menguji uptren line. Selain itu, IHSG berhasil berbalik bergerak positif pada minggu ini.BEST PROFIT

“Ada peluang IHSG akan kembali uji resisten mayor 6.350,” ujar William Mamudi dalam riset hariannya, Selasa (14/1/2020). BESTPROFIT

Sementara, Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama melihat MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Meskipun demikian, Stochastic dan RSI mulai menunjukkan sinyal positif. PT BEST PROFIT FUTURES

Di sisi lain, masih terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance.

“Support pertama maupun kedua memiliki range pada 6.239 hingga 6.218. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6.336 hingga 6.348,” kata Muhammad Nafan Aji Gusta Utama.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, di antaranya adalah AALI, BNGA, INTP, MAIN, MYOR, SMGR.

 

Sumber : suara.com

Awal Pekan Ini, IHSG Diprediksi Bergerak di Zona Hijau

Awal Pekan Ini, IHSG Diprediksi Bergerak di Zona Hijau

PT BEST PROFIT FUTURES JAMBI – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini diprediksi kembali menghijau setelah penutupan Jumat Pekan kemarin menguat tipis 0,01 persen di level 6.274. PT BESTPROFIT

Analis Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengamati pergerakan IHSG terlihat masih terkonsolidasi dalam rentang yang wajar. BEST PROFIT

Namun peluang kenaikan masih terlihat dalam pola gerak IHSG yang ditunjang oleh kuatnya fundamental perekonomian yang terlihat dari data terlansir. BESTPROFIT

“Sedangkan capital inflow yang masih tercatat hingga saat ini juga turut menunjang pola kenaikan IHSG,” ujar William Surya Wijaya dalam riset hariannya, Senin (13/1/2020).

Sementara Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, melihat secara teknikal MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Meskipun demikian, Stochastic dan RSI mulai menunjukkan sinyal positif. PT BEST PROFIT FUTURES

Di sisi lain, masih terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance.

“Support pertama maupun kedua memiliki range pada 6.218 hingga 6.210. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6.304 hingga 6.336,” kata Muhammad Nafan Aji Gusta Utama.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor di antaranya, BBCA, DOID, GIAA, PGAS, RALS, UNVR.

 

Sumber : suara.com

Ketegangan AS-Iran Dimanfaatkan Rupiah untuk Terus Menguat

Ketegangan AS-Iran Dimanfaatkan Rupiah untuk Terus Menguat

PT BEST PROFIT FUTURES JAMBI – Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi pergerakan nilai tukar rupiah jelang akhir pekan ini berpotensi menguat terhadap dolar AS. PT BESTPROFIT

Menurut pengamatannya, meredanya ketegangan Timur Tengah untuk saat ini menjadi pendorong pelaku pasar kembali ke aset berisiko termasuk rupiah. BEST PROFIT

Selain itu, optimisme soal hubungan dagang AS-China setelah China mengkonfirmasi jadwal penandatanganan kesepakatan dagang fase 1 tanggal 15 Januari ini membantu penguatan aset berisiko termasuk rupiah. BESTPROFIT

“Rupiah kelihatannya bisa menguat hari ini ke area Rp 13.800 – Rp 13.820 dengan potensi resisten di kisaran Rp 13.900,” kata Aris dalam riset hariannya di Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan rupiah pada Kamis kemarin (9/1/2020) berada di level Rp 13.854 per dolar. PT BEST PROFIT FUTURES

Level itu sama dengan pergerakan Rabu sebelumnya yang berada di level Rp 13.854 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Kamis kemarin berada di level Rp 13.860 per dolar AS.

Posisi itu menguat dibandingkan pada Rabu sebelumnya yang berada di level Rp 13.934 per dolar AS.

 

Sumber : suara.com

Polemik Mahalnya Harga Gas Berujung Murkanya Presiden Jokowi

Polemik Mahalnya Harga Gas Berujung Murkanya Presiden Jokowi

PT BEST PROFIT FUTURES JAMBI – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat meradang karena harga gas industri masih mahal atau tak kunjung turun. Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi menilai infrastruktur jaringan menjadi salah satu penyebabnya. PT BESTPROFIT

“Saya kira Indonesia masih belum memiliki jaringan pipa gas yang memadai dengan kebutuhan yang ada, sehingga hal tersebut membuat gas industri masih tinggi harganya,” kata Fahmy, Rabu (8/1/2020) kemarin. BEST PROFIT

Wilayah Indonesia tergolong luas, dan gas industri tidak mungkin didistribusikan melalui transportasi darat, harus menggunakan pipa gas. BESTPROFIT

Sedangkan perusahaan yang berinvestasi dalam jaringan gas hanya milik BUMN, hal itu yang membuat jaringan pipa gas untuk industri masih terbatas. PT BEST PROFIT FUTURES

Adapun Pertagas yang bersinergi dengan PGN yang memiliki pipa gas juga mengambil margin dari asetnya, hal itu juga menambah harga menjadi tinggi.

Jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Vietnam, gas Indonesia tergolong masih kompetitif, namun melihat pasokan sumber gas di Indonesia yang masih melimpah dibandingkan negara lain, seharusnya gas industri masih bisa ditekan lagi harganya.

Presiden Jokowi saat meninjau lokasi bencana banjir bandang di Lebak, Banten. (Suara.com/Ummi HS).
Presiden Jokowi saat meninjau lokasi bencana banjir bandang di Lebak, Banten. (Suara.com/Ummi HS).

Presiden Joko Widodo memberi waktu tiga bulan bagi kabinetnya untuk mengatasi persoalan tingginya harga gas industri guna mendorong daya saing produk Indonesia.

“Istilahnya mungkin apa yang menyebabkan harga gas menjadi mahal. Ini yang harus kami luruskan supaya reasonable dan bermanfaat untuk negara,” kata Menteri Energi, dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif terkait pemain gas yang disindir Presiden dalam rapat di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta.

Presiden telah mengumpulkan menteri dan sejumlah institusi terkait migas untuk membahas upaya penyesuaian harga gas industri dalam rapat terbatas di Kantor Presiden.

Presiden mengusulkan tiga upaya untuk menurunkan harga gas industri yakni penyesuaian jatah gas pemerintah 2,2 dolar AS per MMBTU agar harga gas lebih murah, lalu pemberlakuan Domestic Market Obligation (DMO) untuk gas yang diberikan kepada industri, serta opsi ketiga yakni membebaskan impor gas untuk industri.

Terkait hal itu, Arifin menjelaskan pihaknya akan memberi kepastian tentang upaya penurunan harga gas industri yakni pada awal kuartal 2020.

Sementara itu Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menjelaskan institusinya akan mempertimbangkan opsi yang terbaik untuk menyesuaikan harga gas industri.

Menurut Dwi opsi pertama, yakni penyesuaian jatah gas pemerintah, dapat berdampak kepada penurunan pendapatan negara.

“Tentu harus ada kenaikan pajak di sektor lain,” ungkap Dwi.

Sementara opsi impor gas untuk industri dapat berdampak kepada melonjaknya defisit neraca perdagangan dari sektor migas, tambah Dwi.

Selain itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menambahkan Presiden memerintahkan Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi untuk dilaksanakan.

“Diberikan waktu sampai kuartal pertama 2020 ini untuk bisa dijalankan dengan harga 6 dolar AS per MMBTU,” jelas Pramono.

Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi menilai bahwa upaya pemerintah dalam menekan harga gas dengan impor adalah kesalahan besar.

“Pilihan impor bagi saya adalah tidak, ini keliru jika dimaksudkan untuk menekan harga gas,” kata Anggota Tim Reformasi dan Tata Kelola Migas (2014-2015), Fahmy Radhi.

Fahmy menegaskan kekeliruan dalam impor karena Indonesia memiliki sumber daya alam gas yang melimpah, menurutnya konyol jika sampai impor.

“Secara pragmatis memang bisa saja dapat harga gas yang lebih murah dari impor, sehingga harga turun, tapi yang terjadi jangka panjang adalah dampak buruk,” katanya.

Dampak buruk pertama adalah Indonesia akan menjadi ketergantungan impor gas industri karena murah, padahal kita memiliki sumber daya yang banyak.

Kedua, Indonesia tidak akan bisa memiliki infrastruktur jaringan gas dalam jangka panjang.

“Jangan kambing hitam-kan harga gas untuk mahalnya sektor industri, belum tentu harga-harga yang lain jadi turun,” katanya.

Selain itu, kebijakan DMO, itu sama halnya dengan subsidi, Fahmy menilai dampak buruknya adalah PGN akan menanggung kerugian dari dampak tersebut, sebab hanya perusahaan plat merah tersebut yang memiliki jaringan gas luas.

Kemudian, pengurangan pendapatan pemerintah hingga dipotong 2 dolar As per MMBTU juga memiliki dampak penerimaan negara akan turun dalam skala besar.

“Ya terobosan penurunan harga gas industri memang memiliki buah simalakama,” kata Fahmy.

Secara tegas ia menilai bahwa memperbanyak jaringan infrastruktur pipa gas merupakan langkah yang baik untuk jangka panjang.

Pengamat ekonomi energi Marwan Batubara menyarankan agar Presiden tegas dalam memberikan perintah dalam hal penurunan harga gas industri.

“Harga gas industri bisa saja turun kalau Presiden memberikan perintah untuk turun, jangan hanya imbauan atau keluhan saja,” kata Marwan.

Menurut Direktur Indonesian Resources Studies, Marwan, sebaiknya tidak semua gas industri dipukul rata dalam hal pemotongan tarif, sebab tidak semua kebutuhan sama.

Selain itu, industri penyedia jaringan gas sendiri juga harus dijaga iklim usahanya agar tetap memberikan keuntungan. Marwan memberikan saran, pemangkasan pendapatan dari pemerintah merupakan pilihan yang baik dibandingkan harus impor atau subsidi harga gas industri.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah menyatakan kekecewaannya karena sejak 2016, persoalan harga gas untuk industri yang mahal tidak kunjung tuntas. (Antara)

 

Sumber : suara.com