PT Best Profit Futures Jambi

Tag Archives: Bestprofit

IHSG Diprediksi Menguat pada Perdagangan Terakhir 2019

IHSG Diprediksi Menguat pada Perdagangan Terakhir 2019

PT BEST PROFIT FUTURES JAMBI – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari terakhir perdagangan tahun 2019 diprediksi bakal menguat. PT BESTPROFIT

Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama melihat secara teknikal MACD, Stochastic dan RSI menunjukkan sinyal positif. BEST PROFIT

Di sisi lain, masih terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat.

“Support pertama maupun kedua memiliki range pada 6.283 hingga 6.239. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6.348 hingga 6.404,” ujar Muhammad Nafan Aji Gusta Utama dalam riset hariannya, Senin (30/12/2019). BESTPROFIT

Sementara, secara fundamental, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan, pergerakan IHSG saat ini terlihat masih berada dalam fase konsolidasi wajar, support level masih tampak cukup kuat dan tahan uji. PT BEST PROFIT FUTURES

“Sehingga momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka menengah hingga panjang,” kata William Surya Wijaya.

Adapun berikut rekomendasi saham dari Muhammad Nafan Aji Gusta Utama dan William Surya Wijaya pada perdagangan terakhir 2019 ACES, BRIS, CTRA, KAEF, MYOR, SMRA, TLKM, BBRI.

 

Sumber : Suara.com

Hore! 2020 Gaji Naik 8,7 Persen, Tapi Minim Lowongan Kerja

Hore! 2020 Gaji Naik 8,7 Persen, Tapi Minim Lowongan Kerja

PT BEST PROFIT FUTURES JAMBI – Berdasarkan studi Mercer, gaji karyawan di industri-industri utama pada tahun 2020 diprediksi naik sebesar 8,7%, dan tingkat inflasi juga diprediksi meningkat menjadi 3,3%1 (dari 2,9% pada tahun 2019). PT BESTPROFIT

Prediksi dibuat berdasarkan partisipasi 569 perusahaan lintas industri di Indonesia (bertambah dari 545 perusahaan tahun lalu). BEST PROFIT

Selain itu, Mercer juga melakukan survei rutin untuk mengetahui dampak dari perubahan iklim bisnis yang terjadi dengan cepat, kompensasi, dan tren ketenagakerjaan. BESTPROFIT

Tren Perekrutan

Tren perekrutan karyawan di Indonesia tahun 2020 diprediksi akan melambat, dengan 36% perusahaan berencana merekrut karyawan baru, dibanding 43% pada tahun 2019.

Dengan mempertimbangkan tingkat turnover dan ekspansi, diperkirakan akan ada 52.000 karyawan yang masuk dan keluar perusahaan. Industri yang paling banyak melakukan penambahan tenaga kerja adalah jasa keuangan dan teknologi. PT BEST PROFIT FUTURES

“Indonesia memiliki sekitar 180 juta tenaga kerja pada tahun 2019, dengan 63 juta di antaranya berusia antara 20 hingga 35 tahun. Pada saat yang sama, ekonomi digital berkembang pesat di negara-negara Asia Tenggara, dan Indonesia memimpin di antara negara-negara tersebut. Tren-tren ini akan membentuk ekonomi kita di masa depan,” kata Astrid Suryapranata, Career Business Leader Mercer Indonesia, Kamis (26/12/2019).

“Mercer menemukan beberapa pekerjaan baru di pasar, antara lain pemasaran digital/internet, pemasaran e-commerce atau belanja online, analisis data dan intelijen bisnis, infrastruktur cloud (IAAS), teknik konfigurasi otomasi proses robot dan pemrograman, dan sains (analisis R&D dan bio informatika),” Astrid menambahkan.

Di antara seluruh industri, tingkat karyawan yang mengundurkan diri secara sukarela sebesar 7% pada tahun 2019. Industri jasa keuangan mengalami tingkat pengunduran diri terbesar yaitu 14%.

Pada tahun 2018, tingkat pengunduran diri berada pada 8%, dengan industri jasa keuangan juga sebagai industri dengan tingkat pengunduran diri terbesar yaitu 12%.

Alasan utama karyawan di Asia mengundurkan diri bervariasi berdasarkan kelompok usia dan jenis kelamin, namun tiga alasan utama karyawan mengundurkan diri adalah gaji yang kompetitif, hubungan dengan atasan, serta tidak adanya jenjang karir dan jaminan yang jelas berdasarkan sumber dari Mercer Asia Pulse Survey 1H 2019 dan 2019 Global Talent Trends Study.

Seiring dengan munculnya posisi baru dan perubahan posisi yang sudah ada karena otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI), semakin sulit untuk memenuhi ekspektasi gaji karyawan dan nilai pasar.

Berdasarkan Global Talent Trends Study 2019 Mercer, menawarkan kompensasi yang lebih bervariasi menjadi prioritas.

Kabar baiknya adalah prioritas HR sudah mencerminkan keinginan karyawan, dan kedua pihak baik HR maupun karyawan setuju bahwa penawaran insentif yang lebih bervariasi dan kompensasi yang lebih beragam kepada karyawan dengan kinerja memuaskan akan membuat perbedaan.

Untuk menyelaraskan dengan tujuan bisnis, investasi melalui kompensasi kepada karyawan harus menggambarkan fokus strategis perusahaan.

Dalam banyak kasus, hal ini berarti mengambil langkah yang berbeda dengan norma yang berlaku di pasar dan memberikan penawaran yang berbeda untuk memenuhi perubahan kebutuhan karyawan dan tuntutan terhadap keterampilan baru.

Perusahaan-perusahaan terkemuka fokus pada gaji secara keseluruhan dan memperluas fokus di luar gaji pokok, seperti pengembangan karir, insentif, dan pengakuan.

“Seiring dengan perubahan yang semakin cepat, kita memasuki dunia baru dalam bekerja, perusahaan-perusahaan harus berpikir ulang bagaimana mereka bisa menyesuaikan di masa depan dengan menaruh orang-orangnya dalam inti perubahan. Baik itu digitalisasi, membangun kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan untuk berkompetisi di masa depan, atau menciptakan lingkungan dan budaya kerja yang baik, perubahan dalam cara perusahaan berinvestasi kepada karyawannya akan memberikan imbal balik yang lebih besar kepada bisnis di masa mendatang,” kata Puneet Swani, Senior Partner and Career Business Leader for the International Region Mercer.

 

Sumber : suara.com

Bahlil Lahadalia: Utang Saya Masih Ada Rp 500 Triliun Lebih

Bahlil Lahadalia: Utang Saya Masih Ada Rp 500 Triliun Lebih

PT BEST PROFIT FUTURES JAMBI – Presiden Joko Widodo (Jokowi) cukup geram lantaran banyaknya realisasi investasi yang masuk ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mangkrak begitu saja atau investasi eksisting yang nilainya tak tanggung-tanggung mencapai Rp 780 triliun. PT BESTPROFIT

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menuturkan, persoalan tersebut sudah ada ketika dirinya masuk dalam menteri Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma’ruf. BEST PROFIT

“Persoalan yang disampaikan Jokowi tentang investasi existing Rp 780 triliun, ini memang izinnya sudah ada semua. Tapi belum bisa dieksekusi karena ada beberapa persoalan,” kata Bahlil saat ditemui usai Open House di Rumah Dinas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, di Widya Chandra, Jakarta, Rabu (25/12/2019). BESTPROFIT

Persoalan tersebut kata Bahlil adalah masih adanya tumpang tindih aturan baik dalam tingkat pusat maupun daerah, sehingga menghambat realisasi investasi tersebut.

“Salah satu di antaranya adalah lahan, perizinan yang tumpang tindih di Kementerian/Lembaga di Provinsi atau Kabupaten-Kota,” kata Bahlil. PT BEST PROFIT FUTURES

Meski begitu, kata Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini, dirinya mengklaim sudah memperbaiki sekitar Rp 129 triliun investasi yang mangkrak sehingga terimplementasi dilapangkan.

“Dari Rp 780 triliun itu kemarin kita udah mampu eksekusi kurang lebih dari sekitar Rp 129 triliun. Di antaranya petro chemical 4,2 juta dolar AS termasuk di dalamnya power plant di Jawa Barat Rp 37 triliun. Hyundai dan ada beberapa yang lainnya juga,” papar Bahlil.

Sementara sisanya, Bahlil mengaku masih membutuhkan waktu hingga tahun depan, dirinya pun yakin bisa menyelesaikannya.

“Memang Presiden menargetkan kami harus selesai Rp 780 triliun ini sampai 2020. Utang saya masih ada Rp 500 triliun lebih. Kalau ditanya optimis atau tidak saya optimis selesai,” katanya.

Untuk menyelesaikan target yang diminta Jokowi tersebut, Bahlil mengaku memiliki langkah khusus, seperti halnya dengan melakukan identifikasi masalah kenapa investasi tersebut bisa mengkrak atau tak jalan.

“Pertama kami indentifikasi masalahnya ada di mana. Setelah kami melakukan identifikasi, kami akan menyelesaikan. Karena setiap investasi yang masuk, kasusnya beda-beda. Jadi, satu investasi itu tidak bisa kita pukul samaratakan. Tapi yakin lah Insya Allah selesai,” tutur Bahlil.

 

Sumber : suara.com

Kebijakan Sri Mulyani Soal Tarif Baru Barang Impor Menuai Petisi Penolakan

Kebijakan Sri Mulyani Soal Tarif Baru Barang Impor Menuai Petisi Penolakan

PT BEST PROFIT FUTURES JAMBI – Kementerian Keuangan dalam hal ini Direktorat Jenderal Bea dan Cukai baru saja mengumumkan aturan baru terkait ambang batas pembebasan bea masuk impor atau deminimis value menjadi 3 dolar AS atau setara dengan Rp 42.000 (kurs Rp 14.000) dari yang tadinya sebesar 75 dolar AS. PT BESTPROFIT

Artinya jika barang kiriman impor tersebut harganya di atas 3 dolar AS maka akan kena bea masuk. Aturan ini mulai berlaku Januari 2020. BEST PROFIT

Karena hal tersebut beredar sebuah petisi yang menolak aturan anyar yang dibuat Sri Mulyani tersebut. BESTPROFIT

Petisi yang dibuat oleh Irwan Ghuntoro dalam akun change.org langsung diarahkan ke Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi.

Dalam petisinya yang ditulis, Selasa (24/12/2019) Irwan mengatakan penjual importir kecil, supplier dropShiping online shop dan para pengrajin yang membutuhkan bahan baku yang tidak ada di Indonesia merasa sangat terjerat dengan adanya rilisan pengenakan pajak pada nilai 3 dolar AS yang dimana menurut logika lebih tidak adil. Jika mengenakan pajak pada nilai sangat rendah.

Lantas dirinya menuliskan bakal ada dampak buruk jika aturan tersebut berlaku nantinya.

Dampak buruk bagi masyarakat: PT BEST PROFIT FUTURES

  • Kreatifitas Anak Bangsa

Pada tingkat kreatifitas anak bangsa, dimana dilihat besar pertumbuhan para generasi baru yang lebih pintar dan kreatif dengan dukungan bahan baku yang mudah di dapat di negara lain adalah pilihan terbaik untuk memupuk mereka lebih kreatif.

  • Dampak Pengangguran

Banyaknya penjual online shop, drop shiping terutama di kalangan masyarakat, nah disini apa yang mereka jual 80% barang yang di jual berasal dari import, jika import di persulit lagi maka berapa besar distributor mereka yang tutup, dan sebagian besar dari mereka akan menganggur.

  • Dampak Naiknya Angka Kriminalitas

Dengan bertambah nya pengangguran maka akan besar kemungkinan nilai kriminalitas naik pesat.

Dan masih banyak dampak lain dari Nilai importir yang akan diturunkan dari 75 dolar AS menjadi 3 dolar AS, Pikirkanlah Sebelum Bertindak!

Kami masyarakat bawah hanya survive dari keadaan buruk meski tak kunjung membaik, kami masih berusaha, jangan tutup jalan kami mengais rejeki dengan jualan online dan dropshiping dari suplier yang import dari negara luar.

Mau jadi apa bangsa ini jika harus terisolasi ?

Kembalikan nilai wajib pajak 75 dolar AS atau lebih dari 75 dolar AS jika bisa.

Hingga berita ini diturunkan petisi tersebut sudah ditandatangani sekitar 78 orang dari 100 target.

 

Sumber : suara.com