PT Best Profit Futures Jambi

Tag Archives: BPF Jambi

Hayo! Menteri Tjahjo Bakal Telusuri PNS Tajir Harta Miliaran

Tjahjo Kumolo Bicara Reformasi ASN (CNBC Indonesia TV)

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo berencana untuk melakukan pengecekan asal harta Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang super tajir. PNS asal Makassar tersebut viral di media sosial.

“Nanti dicek dulu hartanya dari mana,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Senin (26/4/2021).

Menurutnya, jika harta tersebut berasal dari orang tua yang berupa warisan atau hibah maka hal yang wajar. Tidak perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kemudian, jika harta tersebut berasal dari bisnis yang dikelola oleh keluarga pun, sah-sah saja. Namun, jika asal harta tersebut tidak jelas harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pimpinan langsung PNS tersebut.

“Kalau dia korupsi atau tidak kan bisa dibuktikan,” tegasnya.
Sebagai informasi, seorang PNS asal Makassar mendadak viral karena memiliki harta hingga Rp 56 miliar. Ia diketahui bernama Irwan Rusfiady Adnan yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Makassar. PT BESTPROFIT
BEST PROFIT
BESTPROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES
BPF

Dalam laporan LHKPN pada 26 April 2020, total harta Irwan Rusfiady Adnan Rp 56.449.323.791. Kekayaan tersebut terdiri dari:

A. Tanah dan bangunan Rp 39.714.963.000

– Ada 24 item tanah dan bangunan milik Nurdin yang tersebar di Makassar hingga Jakarta

B. Alat transportasi dan mesin Rp 3.820.000.000

-Motor, Harley-Davidson XR 1200 tahun 2012 Rp 150.000.000

-Mobil, Jeep tahun 2010 Rp 200.000.000

-Mobil, Ford Mustang tahun 2013 Rp 1.000.000.000

-Mobil, Toyota Vellfire tahun 2015 Rp 700.000.000

-Mobil, Toyota Innova tahun 2017 Rp 350.000.000

-Motor, Harley Davidson tahun 2013 Rp 350.000.000

-Motor, Royal Enfield tahun 2016 Rp 70.000.000

-Mobil, Toyota FJ Cruiser tahun 2014 Rp 1.000.000.000

C. Harta bergerak lainnya Rp 2.698.550.000

D. Kas dan setara kas Rp 10.082.493.872

E. Harta lainnya Rp 133.316.919

F. Utang Rp —–

Sumber : Jakarta, CNBC Indonesia.com

Presiden Negeri Ini Tewas Perang dengan Pemberontak

FILE - In this Monday, Jan.13, 2020 file photo, Chad's President Idriss Deby Itno arrives at the G5 Sahel summit in Pau, southwestern France. Chadian President Idriss Deby Itno, who ruled the central African nation for more than three decades, was killed on the battlefield Tuesday, April 20, 2021 in a fight against rebels, the country's top military commander announced on national television and radio. (Regis Duvignau/Pool Photo via AP, File)

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Pemimpin lama Chad telah meninggal karena luka yang dideritanya selama kunjungan ke pasukan garis depan yang memerangi kelompok pemberontak
PT BESTPROFIT
BEST PROFIT
BESTPROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES

PT Bestprofit – Nasib Sial Pemegang Polis Saat Izin Asuransi Dicabut

Nasib Sial Pemegang Polis Saat Izin Asuransi DicabutPT Bestprofit – “Halo!” suara seorang perempuan mengangkat telepon dengan suara latar agak riuh.

“Halo, apa benar ini dengan Asuransi Raya?” tanya si penelepon.

Perempuan penerima telepon bukannya menjawab malah terdiam sesaat. Setelah itu, seketika telepon ditutup. Upaya Tirto kembali menelepon berkali-kali hasilnya nihil. Percakapan sangat singkat dalam sambungan telepon ke nomor perusahaan Asuransi Raya ini menggambarkan kondisi perusahaan asuransi terkini. Sementara itu, situs resminya, www.asuransiraya.com sudah tak bisa dibuka. Akun twitternya terakhir aktif akhir tahun lalu. PT Asuransi Raya seperti perusahaan yang tidak bisa diakses lagi.

Pada 25 Juli lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menutup izin usaha PT Asuransi Raya karena gagal memenuhi ketentuan permodalan. Rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) perusahaan sampai akhir 2016 hanya 70 persen. Padahal, OJK mematok RBC minimal 120 persen dari modal bagi perusahaan asuransi. RBC adalah indikator kesehatan perusahaan asuransi, semakin besar angkanya, semakin sehat pula perusahaan asuransi tersebut.

Sebelum izin usahanya dicabut, Asuransi Raya memang sudah kesulitan membayar klaim. Berbagai peringatan telah diterima perusahaan asuransi umum itu. Dalam keputusan Dewan Komisioner OJK, disebutkan bahwa pada 13 Desember 2016, Asuransi Raya gagal membayar jaminan uang muka kepada Kantor Pusat Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta VII.

Pada 30 Januari 2017, Asuransi Raya mendapat peringatan ketiga karena memperlambat proses penyelesaian klaim KMShinpo18. OJK juga sempat lebih dulu melayangkan peringatan pertama pada 11 Januari 2017 terkait dengan kegagalan Asuransi Raya memenuhi RBC minimum. Peringatan juga kembali diberikan karena perusahaan tak dipenuhinya ketentuan modal minimum. Perusahaan asuransi ini pernah mendapat peringatan yang lainnya karena tak menyampaikan rencana bisnis 2017.

Selama industri asuransi berada di bawah pengawasan OJK, setidaknya ada empat perusahaan asuransi yang sudah dicabut izinnya. Dua di antaranya telah dinyatakan pailit. Pada 2013, OJK mencabut izin usaha PT Bumi Asih Jaya dan PT Asuransi Jiwa Nusantara. Kedua perusahaan asuransi jiwa itu kini telah dinyatakan pailit. Kemudian OJK mencabut izin operasional PT Asuransi Jiwa Bakrie. Saat ini perusahaan milik Bakrie Group itu belum pailit. OJK masih menunggu iktikad baik perseroan untuk menyelesaikan pembayaran klaim kepada nasabah.

Bagaimana nasib pemegang polis ketika perusahaan asuransinya bermasalah hingga dicabut izinnya? Nasib pemegang polis asuransi umum tentu akan berbeda dengan pemegang polis asuransi jiwa. Masa pertanggungan asuransi umum biasanya cenderung lebih singkat, hanya satu tahun. Ia bisa juga lebih panjang dari itu, tetapi tak sepanjang masa pertanggungan asuransi jiwa, apalagi produk unit linkedyang melibatkan investasi.

Dari apa yang terjadi dengan para pemegang polis Bumi Asih, Bakrie Life, dan AJN, uang mereka belum kembali. Bumi Asih dan AJN bahkan sudah dinyatakan pailit dan hingga saat ini, nasabah belum menerima haknya.

Bagi pemegang polis perusahaan asuransi yang belum dinyatakan pailit, sebenarnya masih ada harapan untuk menerima pembayaran yang ditunggu nasabah atau pemegang polis. Terlebih jika perusahaan asuransinya memiliki iktikad baik untuk menyelesaikan kewajiban dan memenuhi ketentuan OJK agar izin usahanya kembali diberikan.

Ketika pailit pun, pemegang polis masih bisa mendapatkan haknya. Namun memang sulit. Dalam banyak kasus pailit, aset debitur seringkali tak cukup untuk membayar seluruh utang kepada para kreditur atau nasabah.

Misalnya, sampai akhir 2012, aset Bumi Asih tercatat hanya Rp522 miliar padahal utang klaimnya saja lebih dari Rp3 triliun. Dari sini sudah tampak jelas bahwa kalaupun seluruh aset berhasil dijual oleh tim kurator, nilainya tak akan mampu membayar seluruh nilai tanggungan aktif klaim para pemegang polis.

Nasib Sial Pemegang Polis Saat Izin Asuransi Dicabut

Untuk kasus Asuransi Raya, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Julian Noor mengharapkan pihak Asuransi Raya segera mengalihkan portofolio para pemegang polis aktif ke perusahaan lain. Namun, jika pihak asuransi tak menjalankan ini, ia menyarankan para pemegang polis untuk segera membeli polis baru.

Menurutnya, hal itu lebih untuk menjamin risiko daripada berharap pada perusahaan asuransi yang sudah dicabut izinnya. “Karena kalau tidak, dan tiba-tiba di masa transisi itu terjadi klaim, maka pemegang polis akan rugi dan lebih direpotkan,” kata Julian.

Bagi pemegang polis yang sudah mengajukan klaim, sambung Julian, mau tak mau harus menunggu iktikad baik atau menunggu perusahaan itu dinyatakan pailit.

Dari kacamata asosiasi, banyaknya perusahaan asuransi yang dicabut izinnya sebenarnya hal yang merugikan industri asuransi. Julian mengatakan selama ini industri asuransi susah mencari dan meyakinkan masyarakat bahwa asuransi itu penting dan dibutuhkan.

Kenyataan bahwa ada asuransi yang bangkrut dan merugikan nasabah akan menggerus kepercayaan konsumen terhadap industri asuransi secara keseluruhan. Dan kondisi semacam ini menjadi bukti nyata bahwa seperti perbankan yang memiliki Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), industri asuransi juga membutuhkan Lembaga Penjamin Polis.

Undang-undang tentang Perasuransian yang baru direvisi pada 2014 lalu sebenarnya sudah mengamanatkan pembentukan lembaga penjamin polis itu. Pasal 53 ayat 1 UU No. 40/2014 itu berbunyi, “Perusahaan asuransi dan perusahaan asuransi syariah wajib menjadi peserta program penjaminan polis.”

Akan tetapi, UU menyatakan bahwa penyelenggaraan program penjaminan polis ini akan diatur dalam undang-undang yang baru. Pengesahan UU yang baru itu harus dilakukan paling lama tiga tahun sejak UU Perasuransian diundangkan.

Itu artinya, paling lama tahun ini, UU yang mengatur penjaminan polis harus sudah ada. OJK dan DPR punya waktu hanya sekitar lima bulan lagi untuk menyelesaikan UU baru itu. Para pemegang polis di perusahaan asuransi yang bermasalah tentu tak ada perlindungan dan dirugikan. PT Bestprofit.

Best Profit – Ramai-Ramai Meninggalkan Mobil Bensin

Ramai-Ramai Meninggalkan Mobil BensinBest Profit –  Inggris baru saja mengumumkan akan melarang penjualan kendaraan berbahan bakar bensin dan diesel mulai pada 2040. Langkah itu diambil oleh pemerintah Inggris guna mengurangi emisi dengan target pengurangan hingga 80 persen di tahun 2050.

Upaya inggris ini bukan tanpa alasan. Menurut laporan dari Vehicle Certification Agency Inggris, setiap tahunnya ada 29 ribu kematian karena polusi partikel halus yang disebabkan oleh particulate matter (PM) dari kendaraan bermotor terutama yang berbahan bakar minyak. 

PM sangat berbahaya karena dapat menyebabkan permasalahan pada pernafasan dan kardiovaskular. Selain PM ada juga CO atau karbon monoksida yang dapat memengaruhi aliran oksigen dalam darah sehingga dapat mengurangi ketersediaan oksigen dalam tubuh. Selain itu, gas berbahaya dari kendaraan bermotor juga ada hidrokarbon yang menyerang sistem pernapasan manusia.

Bahaya dari gas-gas ini menjadi salah satu faktor pendorong pemerintah Inggris untuk segera mengurangi jumlah kendaraan bermotor berbahan bakar minyak. Di sisi lain, pemerintah Inggris juga mendapat desakan dari para pegiat lingkungan untuk segera mencari solusi soal polusi dari kendaraan bermotor.

Laporan Environmental Protection UK menyebutkan, kendaraan di jalan raya Inggris adalah penyumbang 20 persen total emisi CO2 yang disebut sebagai penyebab utama dari perubahan iklim.

Tak hanya Inggris, larangan penjualan kendaraan berbahan bakar minyak juga dilakukan oleh Norwegia. Negara Skandinavia ini hanya akan menjual mobil-mobil listrik, hidrogen atau plug-in hybrid pada tahun 2025. Sejak 1990an, Norwegia sudah fokus dalam menanggulangi soal polusi, kemacetan dan kebisingan dari kendaraan bermotor. 

Perancis juga melakukan hal yang sama. Pemerintah Perancis mengumumkan akan mengakhiri penjualan kendaraan bermotor yang berbahan bakar bensin dan solar di tahun 2040. Sementara Belanda berencana menetapkan larangan penjualan kendaraan berbahan bakar bensin dan diesel pada 2025.

Di Asia, ada India yang hanya akan memperbolehkan penjualan mobil listrik di tahun 2030. Ini adalah salah satu langkah India untuk mengurangi polusi udara. Menurut laporan LSM lingkungan Greenpeace, polusi udara di India telah menyebabkan setidaknya 1,2 juta orang meninggal setiap tahun.Langkan pencegahan pun diambil salah satunya dengan mulai beralih ke mobil listrik.

Ramai-Ramai Meninggalkan Mobil Bensin

Era Mobil Listrik

Larangan penjualan kendaraan berbahan bakar minyak sudah pasti akan membuat negara-negara tersebut diserbu mobil listrik. Para produsen pun sudah mulai mengendus pangsa pasar yang cukup besar, sehingga ancang-ancang menggenjot produksi. 

Di Inggris, produsen mobil BMW sudah mengumumkan akan menggunakan pabriknya di Oxford, Inggris untuk memproduksi mobil listrik mulai 2019 mendatang. Ini merupakan keputusan berani BMW di tengah risiko Brexit sekaligus menegaskan terkait potensi pasar mobil listrik di Inggris.

Menurut analis dari Bloomberg New energy Finance, Albert Cheung pada  tahun 2040 mendatang, diprediksi sekitar 79 persen mobil di Inggris adalah mobil listrik. Pasar mobil listrik juga akan semakin menggiurkan karena harga baterai yang kian menurun. 

Di Norwegia, popularitas mobil listrik semakin cemerlang. Saat ini, dengan dengan populasi yang hanya berjumlah 5,2 juta orang, Norwegia sudah memiliki 135.276 kendaraan listrik yang mengaspal di jalanan. Mereka juga memiliki stasiun pengisian terbesar di dunia yang mampu menampung 28 kendaraan secara bersama-sama dan mampu mengisi penuh hanya dalam waktu setengah jam.

Negara tersebut berambisi untuk semakin menggenjot kendaraan listrik di jalan raya Norwegia. Kendaraan listrik di Norwegia seperti Tesla model S, Nissan Leaf, Mitsubishi Outlendar PHEVs, Tesla Model X dan BMW i3 pun laris manis di negara tersebut.

Secara global penjualan kendaraan listrik terus menunjukkan peningkatan. Dari 10 ribu unit di tahun 2010 menjadi lebih dari 550 unit pada 2015. Jumlah kendaraan listrik yang melaju di ruas jalan raya pada tahun 2016 menginjak angka 2 juta kendaraan dan naik 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meskipun jumlah 2 juta kendaraan listrik itu baru mencapai 0,2 persen dari kendaraan yang ada di dunia, akan tetapi, adanya isu lingkungan dapat mengubah jumlah tersebut di masa depan. Apalagi Cina dan India, yang menjadi pasar terbesar kendaraan berbahan bakar minyak kini mulai beralih ke kendaraan listrik serta keputusan beberapa negara untuk mulai beralih ke mobil listrik.

Pemerintah India memiliki ambisi untuk menjual mobil listrik dan hybrid sebanyak 6 juta hingga 7 juta unit pada tahun 2020. Sedangkan berambisi untuk mengaspalkan 5 juta mobil listrik di tahun 2020. 

“Sejauh ini Cina merupakan pasar mobil listrik terbesar, dengan 40 persen mobil listrik yang terjual di dunia dan lebih dari dua kali liat jumlah yang terjual di Amerika Serikat,” tulus IEA seperti dikutip Bloomberg. “Tidak dapat dipungkiri bahwa serapan pasar mobil listrik saat ini sangat dipengaruhi oleh kebijakan terkait lingkungan.”

Dari sisi produsen, melihat adanya perubahan minat konsumen dari mobil diesel ke mobil listrik serta penjualan mobil diesel yang menurun, produsen mobil terbesar di dunia Volkswagen berencana meluncurkan empat jenis kendaraan listrik dalam beberapa tahun ke depan.

Mercedes-Benz juga akan memperkenalkan 10 jenis kendaraan listrik terbaru untuk bersaing di pasar kendaraan listrik. Sedangkan Tesla berusaha merebut hati konsumen dengan mulai memproduksi Tesla Model 3 dan menjualnya dengan harga murah.

Sehingga tak menutup kemungkinan, di masa yang akan datang, mobil listrik akan memimpin dan mobil diesel dan berbahan minyak akan mulai dilupakan. Best Profit