PT Best Profit Futures Jambi

Tag Archives: PT Bestprofit

Caleg PSI Digugat Karena Kasus Kematian Bocah SD

Caleg PSI Digugat Karena Kasus Kematian Bocah SD

BEST PROFIT – Asip orang tua dari Gabriella Sheril Howard (Gaby) siswa kelas tiga SD yang tewas di kolam renang Global Sevila School (GSS) di Puri Indah, Kembangan Jakarta Barat pada 17 September 2015 silam menuntut perdata Ronaldo Laturette selaku guru olahraga yang dahulu mendampingi Gaby saat mengikuti pelajaran renang.

Diketahui, Ronaldo saat ini mencalonkan diri sebagai caleg DPRD Kabupaten Tengerang dapil 4 dari Partai Solidaritas Indonesia atau PSI. Ronaldo digugat atas statusnya dalam putusan Mahkamah Agung (MA) tingkat kasasi pada tanggal 25 September 2018.

Dalam putusan MA itu, Ronaldo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana karena kesalahannya (kealpaannya) menyebab kematian. Ronaldo dijatuhkan pidana lima bulan penjara dengan masa percobaan selama 10 bulan. BESTPROFIT

“Karena sudah ada putusan Mahkamah Agung yang menyatakan kelalaian terdakwa ini, kami ajukan gugatan perdata. Tentu saja kedua orang tua korban ini sangat menderita kerugian anak yang mereka lahirkan, yang diharapkan masa depannya cerah, panjang umurnya, biaya pendidikan, merawatnya, kesehatannya dan sebagainya, itu kerugian-kerugian yang dialami tergugat sehingga diajukan gugatan ini,” ujar Tommy Sihotang selaku kuasa hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (9/4/2019).

Sementara itu, Asip ayah dari Gaby mengatakan, gugatan tersebut ia ajukan semata-mata memperjuangkan keadilan bagi almarhum putri tercintanya. Sekaligus agar kejadian serupa tidak terulang kembali. PT BESTPROFIT

“Supaya buat pembelajaran, khususnya sekolah-sekolah yang pengantar Bahasa Inggris itu menjaga anak itu hati-hati bahwa anak itu kan amanah. Supaya mereka, anak itu yang dititipkan orang tua ke sekolah mereka, jadi profesional hati-hati menjaga bahwa anak itu bukan barang,” kata Asip.

“Jadi itu yang kami harapkan, supaya mereka itu buat pembelajaran bahwa kasus Gaby itu bisa menjadi sekolah-sekolah lain khususnya sekolah internasional hati-hati,” imbuh dia.

Sumber: suara.com

Cerita Wartawan Asing saat Liput Kampanye Akbar Prabowo: Dia menatap Kami

Cerita Wartawan Asing saat Liput Kampanye Akbar Prabowo: Dia menatap Kami

BESTPROFIT – Aksi Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto saat berkampanye di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (7/4/2019), dikomentari awak media asing.

Salah satunya David Lipson, koresponden ABC Australia, yang menyampaikan tanggapannya mengenai acara tersebut secara pribadi melalui akun Twitter.

Menurut David Lipson, dalam kampanye itu, Prabowo sempat menyinggung warga asing. Ia mengungkapkaan, Prabowo bahkan menatap langsung ke arah warga asing dan berbicara dalam bahasa Inggris.

Berdasarkan cuitan David Lipson, Prabowo mengatakan bahwa warga Indonesia tak mau lagi dicurangi orang asing. PT BESTPROFIT

Selain itu, Prabowo juga mengaku bahwa ucapannya kerap dipelintir media.

“Prabowo just stared right at us and said in English “Hello foreign correspondents. Do you hear what the Indonesian people say? They do not want to be cheated again!”

Speaking of himself in the third person, he said “The media are waiting for Prabowo to say something wrong and then they spin it. Even if I don’t say something wrong, they spin it anyway,”” kicau David.

(Prabowo menatap langsung ke arah kami dan berbicara dalam bahasa Inggris, “Halo para wartawan asing. Apa kalian dengar yang dikatakan warga Indonesia? Mereka tidak mau dicurangi lagi!”) BEST PROFIT

(Membicarakan dirinya sendiri, dia berkata, “Media selalu menunggu Prabowo untuk mengatakan hal yang salah dan mereka akan memelintirnya. Walaupun saya tidak salah ngomong, mereka tetap akan memelintirnya)

Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menggelar kampanye akbar di Stadion Utama GBK, Minggu (7/4/2019).

Kampanye digelar pada pukul 08.00 WIB, tetapi sebagian massa telah tiba di lokasi sejak Sabtu (6/4/2019) malam.

Sumber: suara.com

Sri Mulyani Dapat Penghargaan, BPN Prabowo – Sandiaga: Tambah Utang Juga

Sri Mulyani Dapat Penghargaan, BPN Prabowo - Sandiaga: Tambah Utang Juga

PT BESTPROFIT – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga menyebut penghargaan yang diraih Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati tidak memiliki arti apa-apa.

Bahkan, BPN menyebut walau Sri Mulyani menambah penghargaan, utang Indonesiapasti akan bertambah.

Hal tersebut dikatakan Juru Bicara BPN Prabowo – Sandiaga, Andre Rosiade yang menyebut sebanyak apapun penghargaan diraih Menkeu Sri Mulyani, fakta utang terus bertambah tidak bisa dibantahkan.

“Artinya bagi kami, ya silahkan saja mau seribu penghargaan juga, fakta utang bertambah tak bisa kita bantah,” ujar Andre di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019).

Namun, Andre enggan berkomentar mengenai penghargaan yang berdampak pada kubu saingannya. Meski begitu, Politisi Gerindra ini juga mengatakan pihaknya tetap mengapresiasi penghargaan yang telah diraih Sri Mulyani. BEST PROFIT

“Itu hak beliau (meraih penghargaan), kita ucapkan selamat ke bu Sri Mulyani sudah mendapatkan penghargaan. Kita hormati, apresiasi,” pungkas Andre.

Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani kembali dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik Tahun 2019 versi majalah keuangan FinanceAsia.

Ini ketiga kalinya mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini dinobatkan jadi Menkeu terbaik versi majalah keuangan FinanceAsia. BESTPROFIT

Seperti keterangan tertulis Kementerian Keuangan, Menkeu Sri Mulyani berhasil membawa perekonomian Indonesia ke arah yang lebih baik, dengan mencatatkan defisit anggaran terendah dalam enam tahun terakhir pada 2018 (1,76 persen dari Produk Domestik Bruto).

Melalui program Amnesti Pajak yang diluncurkan pada tahun 2016-2017, Menkeu Sri Mulyani juga berhasil meningkatkan kepatuhan pajak (tax compliance) yang pada akhirnya berhasil meningkatkan penerimaan perpajakan.

Sumber: suara.com

Emrus: Ada Indikasi Koalisi Prabowo – Sandiaga Tidak Lagi Solid

Emrus: Ada Indikasi Koalisi Prabowo - Sandiaga Tidak Lagi Solid

PT BESTPROFIT – Pengamat politik Emrus Sihombing menyebut ada indikasi koalisi partai politik pendukung pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak lagi solid.

Hal itu didasarkannya terkait pernyataan Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, yang beberapa hari lalu menyampaikan ketidaksetujuan partainya soal pembagian kursi di kabinet jika Prabowo-Sandiaga menangi Pilpres 2019.

“Tidak ada pesan politik di ruang hampa, pasti ada agenda politik Partai Demokrat di sana,” kata Emrus Sihombing dilansir dari Antara, Rabu (3/4/2019).

Saat berkampanye di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (2/4/2019) lalu, Agus menyebut koalisi partai pendukung Prabowo – Sandiaga tidak elok untuk meributkan pembagian kursi kabinet di saat Pemilu belum digelar. BEST PROFIT

“Saya khawatir justru isu semacam ini (bagi-bagi kursi menteri) bisa melukai rakyat,” kata politikus muda Partai Demokrat tersebut.

Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. (Suara.com/Adam Iyasa)

Menurut Emrus, pesan Agus itu dimaknai publik bisa dari sisi ideologisnya. Tapi bisa pula dimaknai ketidaksetujuan Agus pada bagi-bagi kekuasaan itu.

“Demokrat tidak setuju karena pembagian kekuasaan itu tidak sesuai dengan kepentingan politik mereka,” ujar Emrus.

Akademisi di Universitas Pelita Harapan itu mengaku cukup kaget atas pernyataan politik Agus tersebut.

Pasalnya, pernyataan itu keluar di detik-detik terakhir menjelang pemungutan suara pada 17 April mendatang. BESTPROFIT

“Ketidaksetujuan Agus itu diungkapnya ke ruang publik. Artinya ada ketidaksinkronan di internal koalisi dalam hal pembagian kekuasaan,” ujar Emrus.

Secara khusus, Emrus menyoroti penggunaan kalimat “melukai hati rakyat” yang digunakan Agus.

Ia menilai kalimat itu justru akan merugikan capres 02. Sementara Partai Demokrat masih berada di koalisi partai pendukung capres 02.

Sebaliknya, kalimat itu dinilai Emrus justru menguntungkan capres 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Dari segi komunikasi politik, itu suatu pilihan kata yang menguntungkan capres 01 dan merugikan capres 02. Pernyataan ini menunjukkan ada sesuatu di internal koalisi capres 02. Ini indikasi adanya ketidaksolidan di internal koalisi,” papar Emrus.

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto saat kampanye terbuka di Lapangan Galuh Mas, Karawang, Jawa Barat. (Suara.com/Novian)

Secara politik praktis, sambungnya, tidak tertutup kemungkinan Partai Demokrat mengubah haluan politiknya dengan pindah dukungan ke capres 01.

Apalagi kader-kader Demokrat di daerah sudah secara terang-terangan ada yang menyatakan dukungan ke capres 01.

“Saya kira masih ada kesempatan bagi Agus Yudhoyono untuk secara eksplisit mendeklarasikan dukungan nyata kepada capres nomor 01. Lewat pesannya itu, Demokrat sudah mengarah ke nomor 01. Masih ada kesempatan di detik-detik terakhir,” ujar Emrus.

Sumber: suara.com