PT Best Profit Futures Jambi

Teman Ahok Klaim Ditusuk dari Belakang

warga-memberikan-dukungan-kepada-gubernur-dki-jakarta-basuki-tjahaja-_160311162408-178Bestprofit – Teman Ahok menyayangkan pernyataan yang dilontarkan lima bekas Teman Ahok yang dianggap dusta. Teman Ahok mengklaim menyesal karena telah ditusuk dari belakang, padahal saat terkena musibah, Teman Ahok membantu kelimanya.

“Kita ada grup medsos di Posko Teman Ahok. Semua posko marah. Semua bilang kelima orang itu kurang ajar, kok mereka tega yah nusuk dari belakang,” kata Juru Bicara Teman Ahok Singgih Widyastomo di Graha Pejaten, Pasar Minggu, Jaksel, Rabu (22/6).

Menurut Singgih, salah satu dari kelima eks Teman Ahok yang berinisial R itu dulunya pernah dibantu Teman Ahok saat sedang mengalami kesusahan. Namun, kata dia, R malah menjadi salah satu orang yang gencar memberikan pernyataan di media.

Singgih mengatakan, kelima orang Eks Teman Ahok itu melakukan konferensi pers. Dia mengklaim kelimanya memberikan pernyataan dusta tentang Teman Ahok karena dimotori ormas yang berada di bawah partai politik. Pengakuan kelimanya pun diyakini Singgih merupakan paksaan dari ormas tersebut.

“Kami pikir, aksi mereka ini didanai dan disuruh ormas itu. Soal jumlah posko saja, mereka bilang ada 153 posko, itu bohong. Mereka ini bukan orang dari struktur pusat Teman Ahok, sehingga mereka tidak tahu jumlahnya dan mengarang-ngarang,” jelas dia.

Singgih menuturkan, jumlah posko pengumpulan KTP Teman Ahok secara keseluruhan hanya berjumlah 90 posko yang masih aktif hingga kini. 70 posko sudah nonaktif karena adanya berbagai macam alasan, seperti pengurus posko yang melanjutkan sekolah, karena sibuk bekerja, ada juga yang sudah meninggal.

“Untuk gaji Rp 500 ribu perorang itu bohong juga, kami kasih tiap posko Rp 500 ribu, mau dia ada 1, 2 atau 3 orang tetap segitu. Jadi Rp 500 ribu bukan perorangan yah,” ujar dia.

Sebelumnya, lima bekas anggota Teman Ahok mengakui bahwa mereka telah membohongi warga Jakarta. Mereka mengungkapkan banyak kecurangan yang dilakukan kelompok itu dalam proses pengumpulan KTP. “Kami nyatakan bahwa yang dikumpulkan oleh relawan Teman Ahok tidak semuanya benar. Saya meminta maaf kepada warga DKI Jakarta,” kata Paulus Romindo, satu dari lima eks Teman Ahok.