PT Best Profit Futures Jambi

Tiru Prancis, Inggris juga Tambah Belanja Militer

Rocket 2Tragedi bom yang terjadi di Paris bulan ini membuat beberapa negara mengubah kebijakan militernya. Selain Prancis, pemerintah Inggris juga berencana menambah belanja pertahanan selama 10 tahun ke depan.

Inggris dilaporkan berniat menaikkan anggaran belanja alat-alat perang sebanyak 7% ke angka £178 miliar atau setara $270 miliar. Kenaikan ini akan berlaku untuk satu dasawarsa ke depan untuk mengantisipasi ancaman keamanan terutama dari organisasi radikal ISIS. Perdana Menteri David Cameron mengatakan bahwa penyesuaian belanja diperlukan karena Inggris ambil bagian dalam perang Suriah bersama Amerika Serikat dan negara sekutu lainnya.

Cameron akan mengajukan dua dokumen yang berisi agenda prioritas untuk beberapa tahun ke depan, National Security Strategy dan the Strategic Defense and Security Review. Sebagai bagian dari program itu, Cameron melampirkan rancangan belanja militer termasuk pembelian kapal patroli maritim, pembaruan jet tempur Typhoon dan pembentukan dua brigade perang di tahun 2025 mendatang.

Dalam proposal terpisah, pemerintah Inggris juga berencana membeli 138 unit jet tempur Lockheed Martin F-35 sampai dengan tahun 2023. Namun tidak ada rincian biaya yang akan dikeluarkan untuk memnuhi kebutuhan itu. Proposal anggaran militer kali ini memang berbeda dengan budget tahun 2010, di mana waktu itu pemerintah terpaksa memangkas belanja kementerian guna mengurangi defisit. Kini Cameron mengklaim perekonomian Inggris sudah maju sehingga pemerintah punya dana untuk berinvestasi di sektor pertahanan.

Pekan lalu, pemerintah Prancis sudah lebih dulu mengumumkan rencana anggaran baru untuk keamanan nasional. Dalam pidatonya di hadapan parlemen, presiden Francois Hollande menyatakan Prancis dalam kondisi perang sehingga membutuhkan sumber dana belanja yang besar dari pos anggaran nasional. Hollande akan mengabaikan batas defisit untuk sementara waktu demi memerangi ISIS. “Faktor keamanan lebih penting sekarang karena Prancis sedang berperang,” ujarnya beberapa hari lalu.

Titah Hollande akan otomatis membatalkan wacana pemotongan anggaran untuk pertahanan militer. Pemerintah akan membuka kran belanja untuk perang sampai dengan tahun 2019, atau sampai krisis keamanan benar-benar ditangani. Hollande sendiri belum menyebutkan detil kenaikan anggaran belanja militer pasca serangan bom Paris. Pemerintah sudah merekrut sekitar 17.000 orang untuk memperkuat keamanan dan membantu kerja kementerian dalam negeri, di antaranya termasuk 5.000 polisi baru dan jaksa, 1.000 petugas bea cukai dan 2.500 sipir penjara. Hollande mengklaim penambahan sumber daya manusia tersebut menyumbang pengeluaran terbesar dalam APBN.

Bloomberg dalam rilisnya menyebut rencana Prancis untuk mengurangi defisit anggaran sudah tertunda beberapa kali. Hollande sempat berjanji akan memperkecil defisit anggaran menjadi 3,3% dari produk domestik bruto di 2016 dan 2,7% di 2017. Komisi Eropa tidak yakin Prancis mampu memenuhi target itu, dan memperkirakan defisit negara itu akan menjadi 3,4% dari PDB pada tahun depan. Kemudian baru pada 2017, defisit anggarannya menyusut jadi 3,3%. Sementara tingkat hutang Prancis diprediksi meningkat dari 96,5% dari total PDB menjadi 100%. Kondisinya bisa semakin kronis apabila rasio hutang yang besar memicu deflasi. Sebagai catatan, pertumbuhan ekonomi Prancis meningkat 0,3% pada kuartal III tahun ini tetapi angka pengangguran berada di level 10,7% dan meningkat dalam beberapa bulan terakhir.