PT Best Profit Futures Jambi

Upaya Tak Kenal Lelah The Red Devils Berbuah Manis

belgiaaagettySalvador – Belgia mendapatkan begitu banyak peluang pada laga melawan Amerika Serikat, tapi sempat kesulitan bikin gol. Upaya tak kenal lelah yang ditunjukkan The Red Devils akhirnya berbuah manis.

Pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2014 di Arena Fonte Nova, Salvador, Rabu (2/7/2014) dinihari WIB, Belgia sebenarnya kalah dalam hal penguasaan bola. Situs resmi FIFA mencatat AS unggul ball possession 52:48.

Akan tetapi, untuk urusan menciptakan peluang, Belgia jauh lebih baik. Mereka melancarkan 83 serangan berbahaya, sementara AS cuma 59.

Dari 38 tembakan yang dilepaskan pemain-pemain Belgia, 27 di antaranya tepat sasaran. Sementara itu, AS cuma melepaskan 14 tembakan dan sembilan di antaranya on target.

Akan tetapi, Belgia sempat dibuat frustrasi oleh ketangguhan kiper AS, Tim Howard. Howard berkali-kali menggagalkan peluang emas yang didapat oleh Belgia lewat sejumlah aksi heroik di bawah mistar.

Setelah waktu normal 2×45 menit berakhir tanpa gol, Belgia akhirnya bisa memecahkan kebuntuan pada menit ke-93 melalui tembakan Kevin de Bruyne. Mereka bahkan bisa menggandakan keunggulan berkat gol Romelu Lukaku pada menit ke-105.

Gol Julian Green pada menit ke-107 sempat menghidupkan lagi semangat AS. Namun, Belgia mampu mempertahankan keunggulan 2-1 hingga berakhirnya extra time dan lolos ke perempatfinal.

“Hari ini kita melihat tim Belgia yang berorientasi menyerang. Kami melepaskan 27 tembakan ke arah gawang, yang pertama muncul setelah menit kedua dan kami tak berhenti menyerang di sisa waktu 118 menit,” tutur pelatih Belgia, Marc Wilmots, di situs resmi FIFA.

“Saya ingin memberi selamat kepada (pelatih AS) Juergen Klinsmann dan tim AS, khususnya Tim Howard yang bermain fantastis dan saya pikir kami pantas menang,” lanjutnya.

“Para pemain saya mencapai batas kemampuan mereka untuk lolos. Kadang-kadang pada pertandingan seperti itu ketika Anda punya begitu banyak peluang dan Anda gagal memanfaatkannya, hasil akhir tidak akan sesuai harapan Anda. Namun, kami terus menjaga keyakinan kami,” kata Wilmots.

Lolos ke perempatfinal, Belgia selanjutnya akan menantang raksasa Amerika Selatan, Argentina, Sabtu (5/7/2014). Argentina lebih dulu lolos usai menyisihkan Swiss 1-0.

“Sekarang kami punya empat hari untuk mempersiapkan diri sebelum melawan Argentina. Itu tidak lama. Kami bukan favorit, tapi kami ingin menang,” ujar Wilmots.